View of an explosion, after Russian President Vladimir Putin authorized a military operation in eastern Ukraine, near Dnipro, Ukraine February 24, 2022 in this still image from video obtained by REUTERS  ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES
Sumber: Detik.com

Warta21.com, Rusia – Dilaporkan Oleh Rusia, pesawat angkut Antonov An-26 miliknya jatuh di Kota Voronezh, selatan Rusia. Kecelakaan pesawat yang membawa peralatan militer itu menewaskan seluruh awak di dalamnya.

“Selama penerbangan yang direncanakan untuk mengangkut peralatan militer, sebuah pesawat An-26 dari pasukan kedirgantaraan Rusia jatuh,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, dilansir AFP, Jumat (26/2/2022).

“Para kru tewas,” tanpa memberikan rincian lebih jauh.

Reruntuhan pesawat L-410 yang jatuh pada Minggu 10 Oktober 2021 di dekat Kota Menzelinsk, Republik Tatarstan.

Diketahui pesawat An-26 membawa sekitar enam awak dan 38 personel militer.

Secara terpisah, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan membenarkan kecelakaan tersebut kepada AFP. Namun menolak menyebut berapa jumlah orang yang tewas.

Kementerian Pertahanan Rusia menyalahkan kegagalan peralatan atas kecelakaan itu. Namun kecelakaan pesawat tersebut tidak menyebabkan kerusakan di darat.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan operasi militer di Ukraina sejak Kamis (24/2) kemarin. Selama hari pertama invasi, serbuan Rusia itu telah menewaskan lebih dari 100 warga Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan sebanyak 137 warga Ukraina tewas di hari pertama pertempuran dengan Rusia. Sebanyak 316 orang mengalami luka-luka.

“Hari ini kita telah kehilangan 137 pahlawan kami, warga negara kami. Militer dan sipil,” kata Zelensky dalam pidatonya, seperti dilansir AFP, Jumat (25/2/2022).

Zelensky telah menandatangani dekrit yang memerintahkan mobilisasi umum. Hal itu dikarenakan Ukraina yang tengah menghadapi invasi besar-besaran oleh pasukan Rusia.

Zelensky mengatakan pihaknya akan memanggil warga yang mengikuti wajib militer dan cadangan di semua wilayah Ukraina, menurut dekrit yang diterbitkan oleh kepresidenan Ukrain. Dekrit itu berlaku selama 90 hari.

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakPSI Solo Terkejut, Giring Mundur Dari Bursa Capres 2024
Artikulli tjetërOPEN RECRUITMENT MARKETING

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini