Warta21.com – Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak berkata orang tua korban berharap Ferdy Sambo dituntut hukuman mati cocok kentuan dalama Pasal 340 KUHP sebab sudah menewaskan anak mereka.

“ Harapannya biar terpenuhi kepastian hukum keadilan serta khasiatnya,” kata Kamaruddin dikala dihubungi, Ahad, 15 Januari 2023.

Bagi Kamaruddin, Ferdy Sambo sudah membagikan penjelasan rumit serta tidak ingin memgakui kesalahannya sehingga keluarga Yosua memohon dia dihukum seberat- beratnya.“ Cocok dengan Pasal 340,” ucap Kamaruddin.

Bagi Kamaruddin pihak keluarga sudah menawarkan peluang supaya Ferdy Sambo berterus cerah dalam permasalahan ini. Keluarga pula mengharapkan hukuman berat untuk Gadis Candrawathi, Ricky Rizal, serta Kokoh Ma’ ruf. Sebaliknya buat Richard Eliezer, Kamaruddin berkata keluarga Yosua sudah memaafkannya serta memohon hukuman yang lebih ringan sebab telah berani jujur.

Minggu esok jaksa penuntut universal hendak membacakan tuntutan terhadap tersangka masalah pembunuhan berencana Yosua. Jaksa hendak menuntut Ferdy Sambo, Gadis Candrawathi, Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal serta Kokoh Ma’ ruf. Pada Oktober tahun kemudian, mereka didakwa dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat( 1) ke- 1 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat( 1) ke- 1 KUHP.

Pengakuan Richard Eliezer

Permasalahan ini jadi cerah sehabis Richard Eliezer, penembak Yosua, mengaku kepada regu spesial Bareskrim Polri tentang pembunuhan Yosua. Dikala ini Richard berstatus justice collaborator Lembaga Proteksi Saksi serta Korban( LPSK).

Richard berkata Ferdy Sambo mengantarkan perinci skenario palsu yang sudah ia susun supaya kematian Yosua terkesan akibat upaya bela diri oleh Richard Eliezer. Dalam skenario itu, bagi Richard, Sambo sudah menyebut peristiwa itu terjalin di rumah Komplek Duren 3.

“ Jadi ini Chad, lokasinya di 46( no rumah dinas). Nanti di 46 itu Bunda dilecehkan oleh Yosua, terus Bunda teriak kalian respons, terus Yosua ketahuan. Yosua tembak kalian, kau tembak balik Yosua, Yosua yang wafat,” kata Richard menirukan skenario palsu yang dipersiapkan Sambo.

“ Telah kalian enggak harus khawatir sebab letaknya itu awal kalian bela Bunda. Yang kedua kalian bela diri sebab ia nembak duluan,” kata Richard mengulangi omongan Ferdy Sambo.

Richard mengaku Gadis Candrawathi dikala itu pernah berdialog dengan Ferdy Sambo. Walaupun terdengar samar, Richard mengaku mendengar Gadis menyinggung soal Kamera pengaman serta sarung tangan.

Richard apalagi memandang Ferdy Sambo telah menggunakan sarung tangan gelap serta memberikannya sekotak amunisi 9 mm, dan memerintahkannya mengisi amunisi pistol Glock- 17 miliknya.

Eksekusi Yosua berlangsung antara jam 17. 11- 17. 16 kala Ferdy Sambo datang di rumah dinas Lingkungan Polri Duren 3. Ferdy Sambo memegang leher balik Yosua serta mendorongnya sampai terletak di depan tangga lantai satu. Yosua berhadapan dengan Ferdy Sambo serta Richard Eliezer, sedangkan Kokoh Ma’ ruf terletak di balik Ferdy Sambo serta Ricky Rizal bersiaga apabila Yosua melawan.

Kokoh Ma’ ruf pula mempersiapkan pisau yang dia membawa dari Magelang buat berjaga- jaga apabila Yosua melawan. Ada pula Gadis Candrawathi terletak di kamar lantai satu yang cuma berjarak 3 m dari posisi Brigadir Yosua.

 

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakMencekam! Momen Penuh Teriakan Bentrok Maut WNA Vs WNI di PT GNI
Artikulli tjetërGempa Magnitudo 6,2 Guncang Aceh Singkil

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini