BERI BANTUAN: Pegawai Kecamatan Wonokromo dan Kelurahan Darmo menyerahkan kursi roda untuk Baidah yang tiga tahun stroke. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Bukan hanya ancaman penonaktifan nomor induk kependudukan (NIK) bagi warga ber-KTP Surabaya yang tinggal di luar kota, tapi juga ada konsekuensi lain yang harus dihadapi orang tersebut. Yakni, bantuan sosial dari pemkot untuk warga yang hanya nitip alamat di Surabaya itu bakal dicoret.

Hal tersebut sudah diterapkan, seperti yang diungkapkan Lurah Sawunggaling Rizka Fadhillah. Dia memastikan pernah membatalkan bantuan yang akan diberikan kepada warga yang meminta bantuan sosial.

Pada saat verifikasi, orang yang mengusulkan bantuan itu ada di rumah. ”Tapi, saat kami akan antar, orang itu tidak ada dan ternyata tinggal di Sidoarjo, tapi KTP-nya Surabaya,’’ papar Rizka.

Namun, bagi orang yang ber-KTP Surabaya dan tinggal di kota ini, bantuan tersebut bisa diberikan. Misalnya, Rabu (17/5) Rizka menyerahkan bantuan kursi roda kepada perempuan 70 tahun bernama Baidah.

Sudah tiga tahun perempuan itu mengalami stroke, pergerakannya terbatas. Kesulitan ekonomi membuatnya tidak mampu membeli kursi roda sendiri.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga menegaskan, dirinya memang menginginkan agar bantuan yang diberikan benar-benar untuk warga Surabaya. Artinya, antara domisili dan KTP-nya sesuai. Bukan mereka yang hanya nitip alamat.

’’Setelah keluar dari Surabaya, saya pastikan 10 ribu warga yang tercatat itu tidak mendapat bantuan dari kota. Lek wis gak tinggal nang Suroboyo yo ojok njaluk jaminan kesehatan karo bantuan wong Suroboyo,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, terkait pem-blokiran KTP pun, sudah ada edaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam surat edaran itu, Eri menyebut Kemendagri meminta ada kepastian administrasi kependudukan setiap warga. Yang dibutuhkan adalah data ke-pendudukan yang valid.

’’Tetapi, yang memblokir bukan pemkot. Kami hanya menyampaikan bahwa ada warga dengan jumlah sekian yang domisili dan alamat di KTP berbeda. Nanti diteliti, kalau sesuai aturan, akan diblokir sehingga mereka mau pindah,’’ katanya.

Sumber :jawapos.com

Baca Juga : Wali Kota Eri dorong minat baca masyarakat melalui taman bacaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini