Warta21.com, Surabaya- Tiket penumpang bus malam banyak terjual. Bahkan, tiket beberapa bus dalam seminggu ke depan sudah habis. Imbas tingginya harga tiket kereta dan pesawat membuat masyarakat kembali memilih bepergian dengan bus.
Dibandingkan tahun lalu, jumlah penumpang di Terminal Purabaya pada Nataru tahun ini cukuplah tinggi.
Puncak penumpang di Terminal Purabaya terjadi pada Sabtu (24/12). Yakni, terdapat 22,8 ribu orang. Baik keberangkatan maupun kedatangan.
Full Untuk Beberapa Hari
Sementara itu, tahun lalu dengan periode yang sama, hanya ada 18,4 ribu penumpang. Rute AKAP (antarkota antarprovinsi) tujuan Jakarta dan Bandung masih menjadi favorit.
’’Tiket bus malam full untuk beberapa hari,’’ kata Suheri, petugas tiket dari Lorena, kemarin (27/12).
Karena itu, lanjut Suheri, pihaknya menyediakan bus tambahan untuk menampung penumpang. Menurut dia, tingginya penumpang membuat harga tiket naik. Kenaikannya mulai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Tiket bus Surabaya–Jakarta sekarang menjadi Rp 420 ribu.
’’Kenaikan ini bergantung PO masing-masing,’’ ucapnya.
Wakil Ketua DPD Organda Jatim Firmansyah Mustafa membenarkan adanya kenaikan tiket bus nonekonomi saat Nataru. Hanya, naiknya berapa itu bergantung perusahaannya. Yang jelas, harga tersebut mengikuti fasilitas yang diberikan.
’’Bahkan, sebagian besar tiket bus nonekonomi selama seminggu ke depan sudah habis,’’ paparnya.
Banyak faktor yang membuat itu terjadi. Salah satunya, fasilitas bus nonekonomi. Kelas sleeper, bisnis, hingga VVIP sekarang ada. Jarak tempuhnya juga hampir sama dengan kereta. Semuanya lewat tol. Surabaya–Jakarta pun hanya ditempuh 10–12 jam.
Apalagi, kata Firman, harga tiket kereta dan pesawat juga tinggi.
’’Banyak juga masyarakat yang tidak kebagian tiket pesawat atau kereta beralih ke bus nonekonomi. Terlebih, pelayanannya sangat terjamin.
Alasan Naik Bus Non Ekonomi
- Fasilitas lengkap, mulai makan hingga kenyamanan.
- Banyak pilihan armada bus yang eksekutif, terutama layanan sleeper.
- Perbandingan pelayanan bus eksekutif dengan tiket kereta ekonomi hampir sama.
- Jarak tempuh relatif sama dengan kereta.
Baca Juga: Tidak Ada Lagi Perak Timur dan Perak Utara di Surabaya?







