banjir surabaya

Warta21.com – Pemerintah Kota( Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, fokus menanggulangi kawasan perkampungan yang rawan banjir. Langkah dini yang dicoba ialah para camat dimohon buat melaksanakan rekap kawasan rawan banjir.

” Mana saja yang banjir telah direkap serta telah aku sampaikan kepada DPRD pula,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Pekan( 30/ 4/ 2023).

Ia meningkatkan, nantinya dari rekap itu dikenal mana saja yang dikerjakan memakai Dakel( Dana Kelurahan) 2023, sisanya Dakel 2024 plus anggaran dari Dinas Sumber Energi Air serta Bina Marga( DSDABM).” Jadi, tidak harus membangun yang besar- besar ataupun aneh- aneh, itu dahulu. Jika itu telah berakhir baru kita fokus yang yang lain,” katanya.

Eri melanjutkan, dikala ini yang jadi pekerjaan rumah( PR) Pemkot Surabaya merupakan kawasan perkampungan yang rawan banjir. Karena, dia menemukan laporan langsung dari masyarakat kalau ada perkampungan yang kerap hadapi banjir semenjak puluhan tahun silam.” Yang jadi PR saat ini merupakan perkampungan, sebab terdapat yang mengirim pesan di WhatsApp aku. Terdapat masyarakat yang berkata jika dari tahun 1980 banjir terus,” katanya.

” Saat ini kami hendak mengerjakan yang terdapat di posisi perkampungan, sebab perkampungan ini telah terjalin puluhan tahun,” lanjutnya. Wali Kota Eri menarangkan bila data tersebut diterima dari tim aplikasi WhatsApp Forkom LPMK Surabaya. Di situ ikut bergabung para Kepala OPD, camat, lurah, serta RT/ RW buat mengenali secara langsung perkara di tingkatan warga.

” Banyak terjalin kasus itu sebab satu daerah tidak terdapat tempat resapan air, kemudian banyak dibentuk rumah. Ini baru era aku tersampaikan perihal yang semacam itu, kala memperoleh data dari warga, aku baru ketahui seluruhnya jika banjir,” kata laki- laki yang sering Cak Eri ini.

Cak Eri menyebut perkampungan rawan banjir semacam di Jalur Dukuh Kupang gang 10A serta di kawasan Dukuh Kupang RW 14.” Itu air tingginya hingga sepinggang, sebab cekung tempatnya serta air melalui, namun kala hujan berakhir lenyap. Ini yang hendak kami selesaikan di tahun 2023/ 2024,” katanya.

Walaupun begitu, lanjut ia, bila keseriusan hujan yang mengguyur Kota Surabaya besar, warga tidak butuh takut. Apabila terjalin banjir, bisa ditentukan cuma sepanjang hujan berlangsung, karena bila hujan reda, banjir pula hendak lekas surut.

” Surabaya terdapat kabar apapun kala hujan kemudian banjir, itu hingga 20- 30 centimeter, tetapi sehabis hujan berakhir tentu banjir lenyap,” katanya.” Tidak terdapat banjir hingga 4 jam, satu hari ataupun 2 hari, jangan sampailah.

Surabaya tidak terdapat itu, optimal 20 menit itu lenyap, hujannya reda lenyap. Tetapi, aku maunya dikala hujan tidak terdapat banjir, aku mohon maaf kepada masyarakat Surabaya di perkampungan yang terserang banjir telah lama, aku mencari metode dahulu,” kata ia.

Sumber : inews.id

Baca Juga : Jangan Ragu Laporin Pungli

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini