Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Foto : Antara

Parkir Digital Makin Luas di Surabaya, Pemkot Ajak Warga Tinggalkan Sistem Tunai

WARTA21.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong masyarakat untuk beralih ke parkir digital sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan publik. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemkot mengajak warga Surabaya menggunakan sistem pembayaran parkir non tunai yang kini diterapkan di berbagai titik parkir tepi jalan umum (TJU) di Kota Pahlawan. Program yang diperluas sepanjang 2026 ini bertujuan meningkatkan kemudahan transaksi, transparansi pengelolaan parkir, serta mendorong tata kelola perparkiran yang lebih tertib dan akuntabel.

Ajakan tersebut disampaikan seiring semakin luasnya implementasi parkir digital di sejumlah ruas jalan strategis Surabaya. Sistem ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran parkir menggunakan berbagai metode elektronik, mulai dari QRIS hingga kartu uang elektronik.

Parkir Digital Surabaya Terus Diperluas

Pemkot Surabaya menilai digitalisasi parkir menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih modern. Selain memudahkan masyarakat, sistem ini juga dinilai mampu mengurangi potensi kebocoran pendapatan dan meningkatkan transparansi transaksi parkir.

Hingga saat ini, implementasi parkir digital telah diterapkan di puluhan titik parkir yang tersebar di berbagai kawasan Surabaya. Pemerintah kota secara bertahap memperluas cakupan layanan agar semakin banyak warga dapat menikmati kemudahan transaksi non tunai.

Kemudahan yang Ditawarkan Parkir Digital

Salah satu alasan utama Pemkot Surabaya mendorong penggunaan parkir digital adalah kemudahan yang diperoleh pengguna kendaraan. Warga tidak lagi harus menyiapkan uang tunai saat membayar parkir karena transaksi dapat dilakukan melalui metode pembayaran elektronik yang telah tersedia.

Selain itu, sistem digital memberikan kepastian tarif dan pencatatan transaksi yang lebih akurat. Setiap pembayaran tercatat secara elektronik sehingga pengguna maupun pemerintah dapat memantau transaksi dengan lebih transparan.

Pemkot juga menyiapkan beberapa alternatif pembayaran agar masyarakat dapat memilih metode yang paling sesuai. Selain QRIS, pembayaran dapat dilakukan menggunakan kartu uang elektronik maupun skema pembayaran digital lainnya yang telah terintegrasi dengan sistem parkir kota.

Tingkatkan Transparansi dan Pendapatan Daerah

Selain memberikan kemudahan kepada masyarakat, digitalisasi parkir juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan retribusi parkir. Sistem elektronik memungkinkan seluruh transaksi tercatat secara real time sehingga mengurangi potensi kesalahan pencatatan maupun kebocoran pendapatan.

Data Pemkot Surabaya menunjukkan bahwa penerapan sistem parkir digital turut memberikan dampak positif terhadap penerimaan daerah dari sektor perparkiran. Transparansi yang lebih baik membuat pengelolaan retribusi menjadi lebih optimal.

Libatkan Ratusan Juru Parkir

Dalam proses implementasinya, Pemkot Surabaya juga melibatkan ratusan juru parkir resmi yang tersebar di berbagai titik layanan. Para juru parkir diberikan pendampingan dan pelatihan agar dapat mengoperasikan sistem pembayaran digital dengan baik.

Langkah tersebut dilakukan agar transformasi menuju sistem digital tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan dari petugas parkir di lapangan.

Pemkot berharap semakin banyak juru parkir yang bergabung dalam sistem digital sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih profesional dan terintegrasi.

Pemkot Ajak Warga Mendukung Digitalisasi

Pemkot Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung transformasi layanan parkir digital dengan mulai memanfaatkan metode pembayaran non tunai yang tersedia. Dukungan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat terwujudnya sistem perparkiran yang modern, transparan, dan efisien.

Melalui perluasan layanan parkir digital, pemerintah kota berharap tercipta budaya transaksi yang lebih praktis sekaligus memperkuat tata kelola perparkiran yang akuntabel. Dengan semakin banyaknya titik layanan yang menggunakan sistem elektronik, Surabaya menargetkan terciptanya ekosistem transportasi perkotaan yang lebih tertib dan berbasis teknologi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini