Warta21.com- Seksolog Zoya Amirin menyayangkan publik tidak memerhatikan adanya kasus pelecehan di balik kasus adu tembak polisi yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Polisi Tembak Polisi

Hal itu dikatakan dia dalam podcast Deddy Corbuzier berjudul ‘Polisi Tembak Polisi!! Cilaka Sih Gue Bahas Ini.. Konspirasi!? Atau Apa!?’. Zoya heran publik cuma fokus pada kasus penembakannya saja.

Seksolog Zoya Amirin saat berapa di Corbuzier Podcast. (foto: Youtube Deddy Corbuzier).

“Halo, ada terduga pelecehan di sini. Dan dia juga salah satu dugaan saksi baku tembak,” kata dia seperti dikutip, Rabu 27 Juli 2022.

Dalam kesempatan itu, Zoya juga bertanya-tanya lantaran tidak sedikit publik merasa kalau istri dari Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri nonaktif, Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo tidak mungkin dilecehkan.

Dia merespons pertanyaan Deddy soal publik yang tidak percaya seorang bawahan berani melecehakan istri seorang atasan apalagi status atasannya adalah jenderal polisi.

“Kenapa kalau ada kejadian seperti itu orang kok relatif mudah, misalnya si perempuannya yang dalam posisi lemah. Seolah-olah perempuannya di posisi lebih tinggi, baik-baik, dia enggak bisa diperkosa atau disakiti, kenapa warganet melihatnya begitu?” katanya.

Sebagai informasi, aksi penembakan terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu. Dalam insiden ini, Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat tewas karen menerima luka tembak.

Tindakan Pelecehan

Penembakan itu terjadi lantaran Brigadir J hendak melakukan pelecehan terhadap istri dari Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo. Selain itu, Brigadir J juga menodongkan senjata api berupa pistol ke arah kepala istri Kadiv Propam. Sontak, istri Kadiv Propam berteriak minta tolong.

“Peristiwa itu terjadi ketika Brigadir J memasuki kamar Pribadi Kadiv Propam, dimana saat itu istri Kadiv Propam sedang istirahat, kemudian, Brigadir J melakukan tindakan pelecehan,” kata Ramadhan dalam keterangannya di Gedung DivHumas Polri, Senin 11 Juli 2022.

“Akibat teriakan tersebut, Brigadir J panik dan langsung lari keluar dari kamar. Mendengar teriakan itu, Bharada E menghampiri dari arah atas tangga. Kemudian bharada E bertanya ada apa, direspon dengan tembakan oleh Brigadir J. Akibat tembakan tersebur terjadilah saling tembak, dan akibatnya Brigadir J meninggal dunia,” ucap Ramadhan.

Baca Juga: Terduga Otak Penembakan Istri Sendiri, Fakta Kopda Muslimin!

sumber: viva.co.id

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakHasil Pemeriksaan Komnas HAM, Brigadir ‘J’ Tewas di Jakarta, Bukan Di Magelang
Artikulli tjetërCara Mudah Bikin Peyek Kacang Yang Renyah dan Gurih!

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini