BERHASIL DIGAGALKAN: Petugas menunjukkan beberapa jenis senjata yang disita dari lokasi tawuran di Jalan Banyu Urip Lor. (Polrestabes Surabaya)

Warta21.com – Geng Honour dan Dasdesdos terlibat tawuran di Jalan Banyu Urip Lor Rabu (31/5) dini hari. Bentrokan itu sengaja dilakukan hanya untuk menunjukkan eksistensi kelompok.

Tiap kubu merekam tawuran dan menyiarkannya di akun Instagram. Kasat Samapta Polrestabes Surabaya Kompol Teguh Santoso menuturkan, bentrokan itu terpantau anggotanya yang sedang patroli sekitar pukul 03.00.

Dua kubu yang tawuran spontan bubar ketika melihat kedatangan polisi. ”Jumlahnya puluhan orang,” ujarnya.

Empat remaja diamankan petugas dari lokasi. Satu di antaranya mengalami luka sabetan di lengan kiri.

Teguh menambahkan, pihaknya juga menyita empat buah senjata tajam (sajam) jenis celurit. ”Kasusnya dilimpahkan ke polsek,” ungkapnya.

Kapolsek Sawahan Kompol Eko Cipto Mangko menjelaskan, empat remaja yang diamankan adalah anggota Geng Honour. Tidak lama setelah pelimpahan, pihaknya mengamankan dua orang.

”Jadi, totalnya ada enam,” katanya. Masing-masing berinisial HG, MS, MA, AF, SS, dan AM.

Eko menerangkan, AM yang masih berusia 16 tahun adalah pemimpin kelompok. Rumahnya di Jalan Banyu Urip Lor Gang 8 dan menjadi markas kelompok. ”Lokasi kumpul anggotanya di sana,” jelasnya.

Eko menambahkan, tawuran itu berawal dari tantangan salah seorang anggota Geng Dasdesdos. Geng Honour ditantang tawuran di Jalan Banyu Urip Lor.

”Motifnya hanya ingin menunjukkan kelompok mana yang lebih superior,” ungkapnya.

Menurut dia, kedua kelompok tidak hanya tawuran di lokasi. Ada anggotanya yang diminta merekam langsung bentrokan untuk disiarkan di Instagram.

”Istilah mereka ketika janjian bukan tawuran. Tetapi buat konten. Ya itu tadi, akhirnya direkam,” paparnya.

Sumber : jawapos.com

Baca Juga : Presiden Jokowi Memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Hari Ini, Apa Bedanya dengan Hari Kesaktian Pancasila?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini