SURABAYA, Warta21.com – Memasuki puncak musim hujan pada Februari 2026, kondisi infrastruktur di Jawa Timur mulai mendapat sorotan tajam. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk segera melakukan percepatan perbaikan jalan berlubang yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Kerusakan jalan akibat cuaca ekstrem ini dikhawatirkan mengganggu jalur logistik Jatim dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama menjelang masa mudik Lebaran yang diperkirakan jatuh pada akhir Maret mendatang.

Anggota Komisi D DPRD Jatim bidang Pembangunan menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait aspal yang mengelupas dan lubang yang dalam di jalur provinsi. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir dianggap sebagai pemicu utama cepatnya kerusakan badan jalan.

“Kami meminta Dinas PU Bina Marga tidak menunggu hingga musim hujan usai. Langkah taktis seperti penambalan darurat atau patching harus segera dilakukan di titik-titik rawan kecelakaan. Keamanan warga adalah prioritas utama,” ujar salah satu anggota Komisi D DPRD Jatim saat ditemui di Gedung Indrapura, Selasa (3/2).

Fokus pada Jalur Logistik dan Ekonomi

Kerusakan jalan yang paling parah dilaporkan terjadi di jalur-jalur penyangga ekonomi, seperti rute Pantura Jatim dan jalur penghubung antar-kabupaten di wilayah selatan. Kerusakan di area ini tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi barang pokok yang biasanya mengalami kenaikan permintaan menjelang bulan Ramadan.

DPRD Jatim menekankan agar Pemprov Jatim mengoptimalkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah-daerah untuk melakukan pemetaan jalan rusak secara real-time.

Baca Juga: Semangat Fair Play Jawab Ketegangan: Pelukan Tulus Basral dan ‘Pakcik’ Malaysia Dinginkan Suasana di Media Sosial

Target Penyelesaian Sebelum Mudik Lebaran

Mengingat Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh lebih awal di akhir Maret, waktu yang dimiliki pemerintah untuk melakukan pemeliharaan sangatlah terbatas. DPRD Jatim mematok target agar seluruh perbaikan jalan utama selesai dalam waktu satu bulan ke depan.

“Target kami, pada pertengahan Maret atau maksimal satu minggu sebelum masa mudik dimulai, seluruh jalur utama di Jawa Timur sudah dalam kondisi mantap. Jangan sampai masyarakat yang pulang kampung justru terkendala oleh infrastruktur yang buruk,” tegasnya.

Menanggapi desakan tersebut, pihak Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur menyatakan telah menyiapkan tim gerak cepat di setiap wilayah kerja. “Menurut perwakilan Dinas PU Bina Marga, pihaknya saat ini sedang memprioritaskan anggaran pemeliharaan rutin untuk penanganan titik-titik krusial yang dilaporkan masyarakat melalui aplikasi pengaduan],” ungkapnya.

Mengimbau Kewaspadaan Pengguna Jalan

Selain mendesak pemerintah, DPRD Jatim juga menghimbau para pengendara, terutama pengguna sepeda motor, untuk ekstra waspada saat melintasi jalanan yang tergenang air. Lubang jalan seringkali tidak terlihat saat tertutup air hujan, yang kerap menjadi penyebab kecelakaan tunggal.

Pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan diharapkan dapat memasang tanda peringatan tambahan di area jalan rusak yang belum sempat diperbaiki untuk meminimalisir risiko fatalitas di jalan raya.

Baca Juga: [Saran Internal Link: Prakiraan Cuaca BMKG Jawa Timur Selama Februari 2026]


Penulis: [FM/Redaksi] Editor: Redaksi Warta21

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini