Surabaya — Diawali dengan kekalahan mengejutkan dari PSIM Yogyakarta, Persebaya Surabaya kini menemukan momentum kebangkitannya. Sosok yang menjadi ujung tombak kebangkitan itu adalah gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera — yang pantas dijuluki “Gelandang Penggendong” oleh publik.
baca juga : Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: UBS Menguat, Antam dan Galeri24 Melemah
Dari Kekalahan ke Papan Atas
Persebaya memulai Liga dengan kekalahan 0–1 atas PSIM Yogyakarta di Gelora Bung Tomo pada laga pembuka. Semangat tim sempat diragukan, mengingat target besar yang mereka pasang musim ini. Namun, Rivera memperlihatkan taringnya pada pekan kedua melawan Persita Tangerang. Gol tunggal di babak pertama menjadi penentu kemenangan 1–0—juga menjadi gol perdana Persebaya di musim ini.
Transformasi makin diyakini ketika Rivera dinobatkan sebagai Man of the Match. Statistik mencatat kinerjanya impresif: satu gol, dua umpan kunci, passing akurat 61%, serta umpan lambung dan dribble sukses.
Motor Serangan di Laga Ketiga
Tiga poin kedua musim ini didapat lewat kemenangan meyakinkan 5–2 atas Bali United. Rivera kembali menjadi bintang di balik layar: mencetak satu gol dan satu assist, menjadikannya penyumbang katk signifikan di awal musim. Dalam tiga pertandingan, Rivera telah menghasilkan dua gol dan satu assist—kontribusi yang tak bisa diabaikan.
Analisis Taktik: Rivera sebagai Jantung Kreativitas
Secara taktis, Rivera tidak hanya berperan sebagai playmaker klasik, tetapi juga penghubung antarlini. Ia rajin turun menjemput bola, mengatur tempo, lalu maju untuk memberi ancaman langsung. Keahliannya membaca ruang menjadikan serangan Persebaya lebih bervariasi, tidak hanya bergantung pada sayap cepat.
Pelatih Persebaya, Paul Munster, bahkan menegaskan betapa pentingnya peran Rivera:
“Rivera adalah pemain yang membuat tim ini hidup. Dia bisa mengubah jalannya pertandingan hanya dengan satu sentuhan atau umpan. Saya senang melihat bagaimana dia berkembang dan membawa tim ini ke arah positif,” ujar Munster dalam sesi konferensi pers usai laga melawan Bali United.
Titik Sukses: Dari Statistik hingga Mental Juara
Karier Rivera memang selalu berkualitas. Sebelum bergabung dengan Persebaya musim lalu, ia sudah mencetak sembilan gol dan 18 assist dalam satu musim bersama Madura United, hingga meraih gelar pemain terbaik Liga 1 2023/24. Musim lalu, dia juga menjadi pemain dengan kreasi peluang terbanyak di Liga 1.
Fakta bahwa Francisco belajar bahasa Indonesia menunjukkan solidaritas dan komitmennya terhadap klub dan budaya lokal—sebuah sinyal kuat bahwa ia berniat tinggal dan bersinar lama di Kota Pahlawan.
baca juga : Bagnaia Klarifikasi Emosi dan Tegaskan Soliditas dengan Ducati Jelang MotoGP Hungaria
Analis dan media lokal menyebut performa Rivera layak mendapat kontrak multiyears agar Persebaya tidak kehilangan bait penting dari formasi inti mereka. Dengan kontribusi konsisten dan mental juara, ia adalah investasi jangka panjang yang strategis.
Jika Persebaya mampu menjaga stabilitas permainan dan memberi Rivera dukungan penuh di lini tengah, bukan mustahil Bajul Ijo akan menjadi kandidat serius peraih gelar BRI Super League musim ini.









