Pertandingan yang digelar Selasa malam itu menjadi panggung utama bagi Jens Raven, striker muda yang baru bergabung dengan Bali United. Ia mencetak double hat-trick alias enam gol, sebuah pencapaian langka yang langsung menempatkannya sebagai kandidat kuat top skor turnamen.
Baca Juga: Piala EAFF E-1, Pertandingan Tanpa Gelar China VS Hong Kong
Dominasi Tanpa Ampun Sejak Kick-Off
Begitu peluit dibunyikan, Indonesia langsung menunjukkan intensitas tinggi. Baru dua menit laga berjalan, Jens Raven membuka keunggulan lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Rayhan Hannan. Tak butuh waktu lama, Raven menggandakan skor di menit ke-9 setelah menerima umpan tarik dari Robi Darwis.
Gol ketiga lahir dari sepakan jarak jauh Arkhan Fikri di menit ke-20, yang gagal diantisipasi kiper Brunei. Raven kembali mencetak dua gol beruntun di menit ke-31 dan 33, menunjukkan insting predatornya di kotak penalti. Rayhan Hannan ikut mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan keras di menit ke-35.
Tertarik baca berita lainnya, kunjungi kami di googlenews
Menjelang akhir babak pertama, Raven menambah koleksi golnya lewat penalti di menit ke-41. Skor 7-0 menutup babak pertama dengan dominasi total dari Indonesia.
Babak Kedua: Raven Lengkapi Sejarah
Pelatih Gerald Vanenburg, yang menjalani debutnya sebagai pelatih Timnas U-23, melakukan sejumlah pergantian pemain di babak kedua. Meski intensitas sedikit menurun, Indonesia tetap menguasai jalannya laga.
Raven menyempurnakan malam magisnya dengan gol keenam di menit ke-62, hasil dari chip cerdik yang melewati kiper Brunei. Skor akhir 8-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Statistik Gol Timnas Indonesia U-23:
| Pemain | Menit Gol |
|---|---|
| Jens Raven | 2’, 9’, 31’, 33’, 41’, 62’ |
| Arkhan Fikri | 20’ |
| Rayhan Hannan | 35’ |
https://lynk.id/warta21_/Q1b9xxp
Klasemen Grup A Sementara:
| Tim | Poin | Selisih Gol |
|---|---|---|
| Indonesia | 3 | +8 |
| Filipina | 3 | +2 |
| Malaysia | 0 | -2 |
| Brunei | 0 | -8 |
Langkah Awal yang Menggema
Di bawah gemerlap lampu Stadion Utama Gelora Bung Karno, Timnas U-23 Indonesia tidak hanya menang—mereka mengirimkan pesan. Bahwa generasi baru sepak bola Tanah Air hadir dengan mental pemburu, bukan hanya pengisi formasi.
https://lynk.id/warta21_/G8l5KwK
Dan di tengah sorotan itu, seorang anak muda bernama Jens Raven menjelma jadi bintang malam. Enam gol bukan sekadar statistik, tapi simbol kepercayaan diri, kecerdasan taktikal, dan semangat pantang mundur yang merasuki tubuh Garuda Muda.
Jika ini baru permulaan, maka seluruh Asia Tenggara pantas khawatir. Karena langkah Indonesia bukan sekadar melaju—ia berlari kencang, dengan sayap terbuka dan sorakan suporter sebagai bahan bakarnya.
AFF U-23 baru dimulai. Tapi aroma juara sudah menyelimuti udara Jakarta.









