Gubernur Khofifah Indar Parawansa. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA) (MUS PURMADANI)

Warta21.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan program One Pesantren One Product (OPOP) Academy Go Nusantara di Dyandra Convention Center, Surabaya, Selasa (1/8) sore.  Peluncuran program ini dilakukan Gubernur Khofifah bersama Ketua One Pesantren One Product (OPOP) Jatim Adhy Karyono yang juga Sekdaprov Jatim dan Direktur External Affair PT. GoTo Nila Marita.

Melalui program ini, Gubernur Khofifah mengaku optimis UMKM Jatim di lingkungan pesantren akan semakin berkualitas. Baik ketrampilan maupun produknya sehingga mampu naik kelas dan menuju pasar global yang lebih luas.

“Semua punya niat yang luar biasa untuk program sosiopreneur, tak terkecuali alumni dari berbagai pesantren. Melalui program pelatihan ini kita akan dibantu dalam proses pendampingan dan penguatan, bagaimana proses kewirarusahaan dapat dilakukan dengan baik, efektif, dan lompatan stretegis. Ini adalah bagian dari semangat dakwah bil mal,” jelas Khofifah.

Terkait pengembangan OPOP sendiri, Khofifah menekankan pentingnya skill untuk memasarkan produk secara digital. Karena itu, melalui program ini para pelaku UMKM yang tergabung dalam OPOP akan mendapatkan penguatan secara intensif. Misalnya dengan materi digital marketing serta  skill fotografi produk untuk menjadi daya tarik minat pembeli.

“Kalau produk aslinya bagus harus ada foto  produk yang juga bagus. Beberapa skill ini mudah-mudahan akan ada penguatan. Dari empat batch, kami harap semuanya bisa tersupport dengan maksimal,” katanya.

Lebih lanjut Khofifah menekankan bahwa skema pelatihan ini memperkuat semangat para pegiat OPOP untuk menjadi juragan kelas dunia. Ia juga mendorong agar semua pegiat wirausaha di lingkungan pesantren kelak menjadi juragan sukses kelas dunia. Sebab, melalui OPOP ini berpotensi terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui format paling sederhana.

“Pokoknya cita-cita warga Jatim harus jadi juragan bukan karyawan. Boleh sekarang juragan kelas usaha  kecil  lalu naik kelas menjadi usaha kelas menengah, berkolaborasi lagi nanti juragan kelas besar. Ini akan menjadi sangat penting. Ini ikhtiar kita untuk meningkatkan perekonomian kita dari lini paling bawah,” ujarnya.

Khofifah optimis OPOP Academy Go Nusantara ini dapat mendorong perekonomian pesantren melalui alat dan penguatan yang tepat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Bagaimana pendakwah tidak hanya menyampaikan dakwah bil lisan  tetapi juga memberikan penguatan untuk pesantrenpreneur, santripreneur, dan sosiopreneur. Kolaborasi ini memberikan tools supaya kewirausahaannya bisa mandiri, masyarakatnya  bisa sejahtera. Kelak ini akan menjadi program peluang pasar kerja,  pengentasan kemiskinan secara efektif dan menumbuhkan masyarakat yang kuat ekonominya secara masif,” terangnya.

Sumber : radarsurabaya.jawapos.com

Baca Juga : Wacana Nasib Ponpes Al Zaytun Selanjutnya Pasca Panji Gumilang Tersangka dan Ditahan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini