Warta21.com – Wajah anak ternyata menentukan langgeng tidaknya sebuah pernikahan. Kalau wajah anak tak ada mirip-miripnya dengan si bapak, ya ujungnya bisa ke pengadilan agama.
Karin dulunya adalah asisten di tokonya Donwori. Perempuan 35 tahun itu kemudian naik status menjadi istri sah. Setahun lalu Karin dinikahi Donwori, 55.
Karin dinikahi karena timbul benih-benih perasaan di hati Donwori setelah berjumpa setiap hari. “Apalagi masakane enak, bikin tambah cinta,” kata Donwori di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya.
Layaknya pasangan lain, pasangan beda usia dua dasawarsa ini juga saling kasmaran. Meski Donwori tak lagi muda, ia berasa bujang kembali dengan istri baru. Hingga kemudian Karin mengandung.
Apakah Donwori bahagia? Tentu saja. Donwori sebenarnya tak menyangka bisa mendapat momongan, melihat usianya yang tak lagi muda. Namun tak disangka, rupanya amunisinya masih tokcer tak termakan usia.
Hidup Donwori pun semakin semangat karena memiliki momongan baru. Bahkan, kenangnya, ia setiap malam mengajak ngobrol calon jabang bayinya ini. Hingga kemudian ia dikecewakan habis-habisan setelah anaknya lahir.
Dua-tiga bulan lahir, Donwori menangkap sesuatu yang ganjil dengan anaknya. Anak sendiri, tapi wajah blas gak ada mirip-miripnya dengan bapaknya. Pun juga dengan kulit yang hitam, tak seperti bapaknya yang berkulit putih bersih.
Oh iya, Karin adalah perempuan asli Jawa, sementara Donwori adalah keturunan Tionghoa peranakan. ” Seenggake motoe lak sipit, areke enggak blas,” Donwori memperjelas perbedaan itu.
Curiga kalau anak yang selama ini dikandung Karin bukan darah dagingnya, Donwori tanpa kata tanpa persetujuan langsung mengajikan cerai. Donwori marah njeduk. Enggan menghidupi anak yang dia anggap bukan darah dagingnya.
Namun bukannya tindakan Donwori ini terhitung sembrono ya. Masih ingat pembelajaran biologi tentang itung-itungan gen yang bisa jadi anak sama sekali tidak akan mirip ayahnya. Namun entahlah, Donwori terlalu ngotot untuk dipatahkan argumennya. “Masalahe irunge barang gede. Irungku ambek Karin gak onok sing sak jambu ngunu iku,” tukasnya memperkuat argumen.
Donwori pun yakin, anak yang dilahirkan Karin bukan darah dagingnya. Ia menduga ada cowok lain yang menanam saham di rahim Karin. “Wis jelas iku duduk hasilku. Mesti ono wong lanang lain,” yakin pria yang tinggal di kawasan Gubeng Surabaya itu.
Sumber : jawapos.com
Baca Juga : Panglima TNI: Operasi Lawan KKB Papua Naik Jadi Siaga Tempur







