Tampilan QR Code e-KTP pada aplikasi identitas digital.(Foto: Tangkapan layar video Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri).

Warta21.com- Mulai hari ini (7/9), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya membuka layanan permohonan KTP digital, Warga bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan kartu identitas itu di kantor kecamatan masing-masing. Pemakaian KTP digital tersebut merupakan solusi karena jumlah blangko e-KTP di Surabaya terbatas.

Sebanyak 31 perwakilan kecamatan telaj mengikuti pelatihan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola kemarin (5/9).

Kabid Pelayanan Pendataan Penduduk Dispendukcapil Surabaya Laily Susanti menuturkan, staf di kecamatan bertugas sebagai operator aktivasi KTP digital.

”Ketika ada warga yang meminta cetak ulang KTP karena rusak atau hilang, petugas akan mengarahkan untuk aktivasi di aplikasi KTP digital,” terangnya.

Aplikasi buatan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu hanya bisa diakses oleh sistem Android di atas 7.0. Warga yang HP-nya tak mendukung sistem itu tak perlu khawatir.

Sebab, pemohon akan menerima kitir dan biodata WNI. ”Di dalam biodata WNI itu tercantum nama, alamat, hingga foto pemohon. Dokumen itu valid dan diakui,” ujar Laily.

Di dalam aplikasi KTP digital, pemohon harus menunjukkan barcode yang tersambung ke SIAK (sistem informasi administrasi kependudukan). Pemohon tak bisa mengutak-atik atau mengubah data di dalam aplikasi.

Meski membuka layanan KTP digital, Laily tetap meminta kecamatan memberikan laporan ke aplikasi Klampid New Generation (KNG). Hal itu bertujuan agar Dispendukcapil Surabaya bisa memantau jumlah permohonan KTP.

”Ketika kami mendapatkan blangko dari Kemendagri, kami bisa memproses sesuai urutan juga,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna meminta dispendukcapil memastikan layanan di kecamatan-kecamatan berjalan optimal.

”Kecamatan yang membutuhkan bantuan harus segera dibantu. Koneksi internet di kecamatan juga harus cepat,” ujar politikus Golkar itu.

Perbedaan E-KTP dan KTP Digital

Mengutip data dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri, berikut ini adalah sejumlah perbedaan e-KTP dengan KTP digital.

Bentuk Kartu

Dari bentuk fisiknya, e-KTP berbentuk kartu yang bisa dipegang. Adapun KTP digital bentuknya berupa gambar KTP dan kode respons cepat atau quick respons (QR) Code.

Penerbitan atau Pencetakan

E-KTP perlu dicetak oleh Dispendukcapil setempat setelah diajukan oleh penduduk dan penduduk merekam identitas dirinya. Adapun KTP digital tidak memerlukannya, karena keberadaannya sudah terdapat di masing-masing ponsel penduduk.

Lokasi Penyimpanan

Perbedaan bentuk kemudian mempengaruhi cara penyimpanannya. E-KTP biasa disimpan di dalam dompet atau penyimpan kartu. Namun, untuk KTP digital penyimpannya di dalam handphone.

Cara Akses

Perbedaan mencolok e-KTP dan KTP digital ada pada cara aksesnya. E-KTP bisa langsung kita ambil dan lihat datanya secara langsung, tanpa membutuhkan koneksi internet. Namun, KTP digital membutuhkan koneksi internet untuk bisa mengakses di dalam handphone.

Kemudahan

Perbedaan terakhir bisa dilihat dari aspek kemudahan penggunannya. Dengan e-KTP, kita biasanya masih sering dibuat kesal lantaran diminta memfotokopi saat mengurus berbagai hal. Nah, fotokopi KTP tidak lagi berlaku ketika KTP sudah berbentuk digital.

Baca Juga: Konser di Surabaya, Slank Akan Bawakan 15 Lagu!

sumber: jawapos.com, dan beberapa sumber.

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakMembersihkan Paru-Paru Hanya Dengan Makanan?
Artikulli tjetërPolda Jatim Mengamankan, 92 Tersangka Penyalahgunaan BBM Dan LPG Bersubsidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini