Gang tempat Faisal dan Harianto menerima tusukan dari SL, Kamis (29/06/2023) subuh. (Foto/Anggadia)

Warta21.com – Pelaku pembunuhan jalan Kunti Surabaya pada Kamis (29/06/2023) diduga memiliki gangguan kejiwaan. Hal itu disampaikan langsung oleh perwakilan keluarga, Maya.

“Pelaku SL sudah sering keluar masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Surabaya. Memang emosinya sering tidak stabil,” ujar Maya ketika di wawancarai.

SL kerap memiliki emosi yang tidak stabil. Apalagi jika keinginannya tidak terpenuhi. SL terakhir dirawat pada tahun 2020 saat pandemi Covid 19 melanda. Saat keluar dari RSJ, ayah SL dan korban Faisal meninggal dunia. SL lantas tak pernah menjalani pengobatan sejak itu. “Penyebabnya tidak tahu, mungkin bawaan sejak lahir. Orangnya memang suka marah,” imbuh Maya.

Sehari-hari, SL selalu berkeliling di kawasan Jalan Kunti. Jika dilihat secara biasa, pria dengan tinggi 165 cm itu bisa berkomunikasi dan berpakaian biasa layaknya orang normal. Namun, ketika kumat SL seringkali marah-marah dan tidak dapat dikendalikan.

“Iya berkeliaran biasa. Kalau dilihat itu ya kayak normal orangnya. Nggak kayak ODGJ (penampilan semrawut). Penampilan biasa, bersih. Pikirannya agak gitu. Nggak bisa dikasari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Semampir Kompol Nur Suhud mengatakan, pihaknya memang mendapatkan informasi jika SL memiliki riwayat pernah dirawat berulang kali di RSJ. Namun pihaknya belum bisa memastikan sampai SL ditangkap dan menjalani pemeriksaan.

“Keterangan dari keluarganya begitu. Bahwa dia pernah dirawat di RSJ Menur. Tapi dari kami, menunggu kami tangkap dulu, lalu kami periksa lagi (kondisi kejiwaannya). Sesuai prosedur kami seperti itu, nanti,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Jalan Kunti Surabaya berdarah, seorang kakak berinisial SL tega menusuk adiknya sendiri hingga tewas, Rabu (28/06/2023) pukul 04.45 pagi.

Kapolsek Semampir, Kompol Nur Zuhud mengatakan, korban adalah Muhammad Faisal (25). Dari keterangan saksi-saksi, saat itu terlihat jika SL dan Faisal cekcok adu mulut di dekat Mushola. “Dari keterangan saksi awalnya karena SL meminta uang kepada Kiptiyah, ibu korban dan pelaku,” ujar Nur Zuhud, Jumat (30/6/2023).

Karena tak kunjung diberikan uang, SL mengamuk. Ia mengeluarkan kata-kata umpatan yang membuat Muhammad Faisal lantas membela ibunya. Tak terima mendapatkan perlawanan, SL mengambil pisau di dapur dan langsung meneusukan kepada Faisal.

Melihat Faisal ditusuk, Harianto (19) saksi lainnya ingin memisah dan menyelamatkan Faisal. Namun, Harianto juga terkena tusukan. “Dua orang yang kena tusukan. Dua korban lantas dibawa ke RS Soewandi. Namun, Korban atas Nama Faisal tidak dapat diselamatkan,” imbuh Zuhud.

Sumber : beritajatim.com

Baca Juga : Gempa di Bantul Terasa hingga Sumedang, Warga Berhamburan Keluar Rumah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini