Warta21.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan harga pangan di Surabaya tetap stabil menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan bulan suci Ramadan 2026. Kepastian ini disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.
Pemkot Surabaya, melalui dinas terkait, menegaskan bahwa pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan telah dilakukan secara rutin di berbagai pasar tradisional maupun pusat distribusi. Langkah ini dilakukan di Surabaya pada periode menjelang Imlek dan Ramadan, dengan tujuan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Pemerintah menilai stabilitas harga penting untuk melindungi daya beli masyarakat serta menjaga inflasi daerah tetap terkendali.
baca juga : Warga Tak Perlu Khawatir, Harga Pangan di Surabaya Dijamin Aman Jelang Imlek–Ramadan
Harga Pangan Surabaya Dipantau Ketat Jelang Imlek dan Ramadan
Pemantauan harga pangan dilakukan secara intensif dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Fokus pengawasan mencakup komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, dan daging sapi yang biasanya mengalami peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Pemkot Surabaya menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan indikasi lonjakan harga yang signifikan. Ketersediaan stok dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Surabaya selama periode Imlek dan Ramadan.
“Stok pangan di Surabaya relatif aman dan harga masih terkendali,” demikian penegasan dari pihak Pemkot dalam upaya menenangkan masyarakat.
Langkah Pemkot Surabaya Menjaga Stabilitas Harga Pangan
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya adalah memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang, serta pihak terkait dalam rantai pasok pangan. Pemerintah daerah juga memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar tanpa hambatan logistik.
Selain itu, operasi pasar disiapkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi gejolak harga. Operasi pasar ini bertujuan menekan harga agar tetap terjangkau, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Pemkot juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memastikan ketersediaan pasokan dari daerah produsen tetap terjaga.
Permintaan Naik, Pasokan Tetap Aman
Secara historis, permintaan bahan pangan cenderung meningkat menjelang Imlek dan Ramadan. Namun, Pemkot Surabaya menilai kenaikan permintaan tersebut masih dapat diimbangi oleh pasokan yang tersedia.
Stok bahan pokok dari gudang distributor dan pasar induk dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah juga terus mengawasi potensi penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga tidak wajar.
“Kami terus melakukan pengawasan agar tidak ada spekulan yang memainkan harga,” ujar perwakilan Pemkot Surabaya.
Dampak Stabilitas Harga terhadap Daya Beli Masyarakat
Stabilnya harga pangan di Surabaya dinilai memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat. Dengan harga kebutuhan pokok yang terkendali, masyarakat dapat menjalankan aktivitas konsumsi dan persiapan hari besar keagamaan tanpa beban tambahan.
Stabilitas ini juga berkontribusi pada pengendalian inflasi daerah, yang menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi kota.
Imbauan Pemkot kepada Masyarakat dan Pedagang
Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Di sisi lain, pedagang diminta untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Pemerintah menegaskan akan menindak tegas praktik penimbunan atau permainan harga yang merugikan masyarakat.
Optimisme Jelang Hari Besar Keagamaan
Dengan berbagai langkah pengawasan dan pengendalian yang dilakukan, Pemkot Surabaya optimistis harga pangan akan tetap stabil hingga perayaan Imlek dan sepanjang bulan Ramadan. Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan pasar demi kenyamanan dan kesejahteraan warga Surabaya.









