BRI Liga 1: Persebaya Merasa Jadi Korban, Aji Santoso Sebut Duel Timnas Indonesia vs Timor Leste Dipaksakan

Warta21.com, Denpasar- Laga internasional atau FIFA Matchday yang melibatkan Timnas Indonesia masih melahirkan polemik karena bertanding saat kompetisi domestik BRI Liga 1 2021/2022 bergulir.

Skuad arahan Shin Tae-yong itu menang 4-1 atas Timor Leste dalam laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (27/1/2022) malam. Padahal, BRI Liga 1 sedang memainkan laga pekan ke-21.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, untuk kesekian kalinya mengungkapkan kekecewaan melihat jadwal yang tidak diatur dengan baik. Sebab, dia terpaksa kehilangan lima pemain yang dipanggil Timnas Indonesia, yakni Ernando Ari, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya, dan Marselino Ferdinan.

“Menurut saya, ini tetap kurang bijaksana dengan tetap dipaksakan ada FIFA Matchday dan kompetisi tetap berjalan. Tidak hanya Persebaya, kasihan juga tim-tim lain. Masalahnya, yang terbanyak adalah kami dan lima pemain itu inti,” ucap Aji.

“Jangan lupa, ada lima pemain kami yang dipanggil, beda dengan tim-tim lain yang mungkin hanya dua atau maksimal tiga. Seharusnya ada jadwal ulang supaya sama-sama adil dan Timnas Indonesia bisa memakai pemain-pemain kami secara maksimal,” imbuhnya.

Ini bukan kali pertama pada musim ini Persebaya terpaksa bertanding di BRI Liga 1 dengan kondisi kekurangan pemain akibat Timnas Indonesia. Sebelumnya, Bajul Ijo terpaksa melepas empat pemain di Piala AFF.

Di sisi lain, Persebaya masih akan melakoni laga pekan ke-21 melawan PSS Sleman, Sabtu (29/1/2022). Para pemain itu tidak mungkin tampil di klub. Selain jadwal mepet, Timnas Indonesia juga masih akan bertanding melawan tim yang sama, Minggu (30/1/2022).

5 pemain Persebaya yang di panggil timnas, kecuali akbar. (sumber video: tiktok @gallerryvia)

“Kalau memang ada FIFA Matchday, paling tidak kompetisi berhenti. Apalagi, kami ada lima pemain, banyak sekali itu. Seharusnya harus bijak dalam membuat keputusan. Tapi sudah diputuskan bagaimana, kami harus mengikuti,” ujar Aji.

Polemik seperti ini sebenarnya adalah masalah klasik yang kerap gagal diatasi oleh PSSI dan LIB setiap musim. Sejak era Liga 1 mulai 2017, selalu ada protes klub karena jadwal kompetisi domestik yang berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia.

Di awal musim, PSSI dan LIB selalu berjanji bahwa mereka akan menyesuaikan dengan jeda internasional yang di banyak negara memang meliburkan kompetisi domestik masing-masing. Namun, di Indonesia masalah ini masih terus bermunculan.

sumber: Bola.com

Artikulli paraprakBabeh Aldo Protes Vaksin Anak, Dengan Dalih Membela Anak
Artikulli tjetërShodaqoh Itu Keren, Apakah Ada Keutamaan Shodaqoh?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini