“Bonmatí Menyulap Zurich Jadi Panggung Sejarah”

Zurich, 24 Juli 2025 — Timnas Putri Spanyol akhirnya menaklukkan kutukan sejarah dengan menumbangkan Jerman 1-0 di babak semifinal Euro Putri 2025. Gol tunggal Aitana Bonmatí di menit ke-113 menjadi penentu langkah La Roja ke final pertamanya sepanjang sejarah Euro Putri, sekaligus membuka peluang mengawinkan gelar dengan Piala Dunia 2023 dan UEFA Nations League Putri 2024.

Duel Taktik dan Mentalitas

Pertandingan di Stadion Letzigrund, Zurich, berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit pertama. Spanyol tampil dominan dengan 60% penguasaan bola, namun Jerman menunjukkan ketangguhan fisik dan disiplin bertahan.

Tertarik baca berita lainnya, kunjungi kami di googlenews

Babak Pertama:
Spanyol nyaris unggul lewat sundulan Irene Paredes di menit ke-41 yang membentur tiang. Jerman membalas lewat sepakan Klara Bühl dan peluang emas Giovanna Hoffmann, namun gagal dikonversi.

Babak Kedua:
Kiper Spanyol Cata Coll menjadi pahlawan dengan dua penyelamatan beruntun di menit akhir waktu normal, menggagalkan peluang dari Bühl dan Carlotta Wamser.

Extra Time:
Di menit ke-113, Athenea del Castillo mengirim umpan terobosan ke Bonmatí yang mengecoh bek Jerman dan melepaskan tembakan dari sudut sempit ke tiang dekat. Gol ini menjadi penentu sejarah.

Baca Juga : Garuda Muda Tahan Harimau Malaya! Duel Panas Indonesia vs Malaysia Berakhir Imbang, Tapi Salto Jens Raven Jadi Momen Paling Viral

Gold XI: Starting Lineup Terbaik Versi UEFA

Spanyol (Formasi 4-3-3)

Posisi Pemain
GK Cata Coll
RB Ona Batlle
CB Irene Paredes (C)
CB María Méndez
LB Olga Carmona
CM Aitana Bonmatí
CM Patricia Guijarro
CM Alexia Putellas
RW Claudia Pina
ST Esther González
LW Mariona Caldentey

Jerman (Formasi 4-2-3-1)

Posisi Pemain
GK Ann-Katrin Berger
RB Franziska Kett
CB Rebecca Knaak
CB Sophia Kleinherne
LB Janina Minge
CM Elisa Senss
CM Sara Däbritz
RW Jule Brand
CAM Sydney Lohmann
LW Klara Bühl
ST Lea Schüller

https://lynk.id/warta21_/Q1b9xxp

Menurut Mereka

  • Aitana Bonmatí, pencetak gol kemenangan:
    “Kami tahu Jerman selalu jadi tembok sejarah. Tapi malam ini, kami menulis ulang bab itu.
  • Montse Tomé, Pelatih Spanyol:
    “Kami tidak hanya menang, kami mengalahkan trauma kolektif. Ini bukan sekadar final, ini revolusi.”
  • Christian Wück, Pelatih Jerman:
    “Gol Bonmatí adalah momen jenius. Kami kalah bukan karena buruk, tapi karena dia terlalu baik.”

Final Euro Putri 2025

  • 📍 Stadion: St. Jakob-Park, Basel
  • 🕙 Tanggal: Minggu, 27 Juli 2025
  • Kick-off: Pukul 23.00 WIB
  • 🎉 Partai Akhir: Spanyol vs Inggris 🏴

https://lynk.id/warta21_/G8l5KwK

Ketika Sejarah Ditulis oleh Mereka yang Tak Diundang

Di tengah sorotan lampu stadion dan sorak pendukung, tim putri Spanyol menunjukkan bahwa sepak bola bukan monopoli gender. Sementara dunia masih sibuk debat soal gaji dan popularitas, mereka memilih membuktikan lewat performa.

Mungkin, sepak bola perempuan tak butuh pembelaan retorik. Ia hanya perlu ruang… dan sorotan yang pantas. “Karena terkadang, yang dianggap sebagai pertandingan kecil ternyata justru menjadi panggung sejarah paling lantang.”

Spanyol membuktikan bahwa sejarah bukan milik mereka yang paling sering menang, tapi mereka yang berani melawan narasi lama.
“Jerman punya delapan gelar, Spanyol punya satu Bonmatí. Dan malam ini, itu cukup.”

Artikulli paraprakBentrok Ormas di Pemalang: Tafsir yang Membentur Kepala, Bukan Hati
Artikulli tjetërKERDUS: Ketika Akhlak Tergilas Hashtag dan Syariat Dijadikan Wardrobe VS Mantan Aktris JAV

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini