Mobil terendam saat banjir mengepung Kota Surabaya pada Jumat (28/4). (Dimas Nur Apriyanto/JawaPos.com)

Surabaya sempat dikepung banjir pada Jumat (28/4). Kawasan Surabaya barat seperti Jalan Mayjen Sungkono, HR Muhammad, Dukuh Pakis, bahkan Darmo Hill Lontar, terendam.

Area pertokoan samping Ciputra World Surabaya mati suri karena akses terendam. Mobil-mobil yang parkir di pertokoan samping Ciputra World tenggelam. Dari jauh hanya terlihat bagian atas mobil.

Lantas, apakah saat ini Indonesia sudah memasuki musim kemarau? Kepala Kelompok Unit Forecaster BMKG Tanjung Perak Ady Hermanto mengatakan, saat ini, Jawa Timur memasuki musim kemarau, meskipun masih ada hujan yang turun bahkan dengan lebat.

”Puncak musim kemarau diprediksi sekitar Agustus,” tutur Ady saat dihubungi JawaPos.com.

Sebenarnya, lanjut Ady, sesuai dengan klimatologisnya masih ada beberapa gangguan iklim secara global. Yang terakhir beberapa waktu lalu ada pengaruh dari Tropical Cyclone atau Badai Tropis Ilsa. Itu mengakibatkan adanya pengaruh gelombang Rossby dan Kelvin.

”Kalau ditanya hujannya benar-benar menghilang kapan, sekitar Juli atau Agustus. Pas puncak musim kemarau. Karena Monsun Australia juga mulai dominan sekitar bulan Juli atau Agustus,” papar Ady Hermanto.

Banjir merendam area Mayjen Sungkono atau sebagian Surabaya Barat sejak pukul 14.30 (28/4). Salah satu warga Surabaya Yessi Yubangkit mengatakan, mobilnya tidak bisa melaju melewati Jalan Mayjen Sungkono. ”Saya tunggu lebih kurang 1 jam,” ucap Yessi Yubangkit.

Sumber : jawapos.com

Baca Juga : Kawasan Surabaya Barat Banjir, Lalu Lintas Lumpuh dan Belasan Kendaraan Mogok

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakKawasan Surabaya Barat Banjir, Lalu Lintas Lumpuh dan Belasan Kendaraan Mogok
Artikulli tjetërKhofifah: Dua Varian Covid-19 Baru, Arcturus Ditemukan di Jatim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini