Surabaya, Warta21.com – Satu jenazah perempuan korban insiden tergulingnya perahu tambang di sungai kawasan Jalan Mastrip Kemlaten, Surabaya, akhirnya ditemukan.
Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Jawa Timur AKP Budi Sulistianto mengatakan jenazah itu ditemukan petugas patroli di area sungai di bawah jembatan Tol Gunung Sari Surabaya. “Ditemukan sekitar pukul 12.15 WIB. Ini (sungai di bawah jembatan Tol Gunung Sari) masuk sektor empat, dekat pintu air,” katanya, Minggu (26/3).
Penemuannya bermula ketika petugas Ditpolairud yang diterjunkan sedang menyisir area pencarian sungai di bawah Jembatan Tol Gunung Sari hingga menuju pintu air. Semula, tim yang diterjunkan melakukan penyisiran pada area sungai tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Namun, tidak berselang lama, tubuh jenazah terlihat oleh petugas yang sedang berjaga di area tepi sungai.
“Jadi, korban hanyut melintasi bawah jembatan itu. Tim kami kebetulan stand by disini. Setelah mengetahui (melihat jenazah) petugas langsung mengejar, kemudian melakukan evakuasi korban,” ujarnya. Dia menduga jenazah korban sempat tersangkut lumpur sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengambang di lokasi penemuan.
Setelah dua hari pencarian, petugas akhirnya menemukan jenazah korban insiden tergulingnya perahu tambang di kawasan Jalan Mastrip Kemlaten, Surabaya.
“Kami menyisir sisi di dekat pintu air rolak tidak ada kemudian ditemukan di sini. Sudah bolak-balik (penyisiran) dari kemarin, tetapi tidak ditemukan keberadaannya. Kalau tidak (terangkut) lumpur, kemungkinan batu,” tutur AKP Budi.
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi personel SAR Ditpolairud Polda Jawa Timur ke tepi sungai untuk dilakukan identifikasi. Hasil identifikasi awal menyebutkan jenazah yang ditemukan memiliki ciri mirip dengan korban insiden perahu tambang terguling. “Ciri-ciri kurang lebih sama tadi dengan yang diidentifikasi. Jenis kelamin perempuan dan umurnya sekitar 23 tahun pakai kaus. Nanti data lengkap ada di rumah sakit silakan,” ucapnya. Petugas kemudian membawa jenazah tersebut menuju Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya untuk dilakukan identifikasi lanjutan. Sebelumnya, berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, perahu tambang mengangkut 12 orang penumpang, termasuk petugas atau operator perahu. Namun, dari 12 korban, terdapat satu korban yang dinyatakan hilang saat kejadian Sabtu (25/3). Personel gabungan dari berbagai unsur kemudian melakukan pencarian. Proses pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil. Operasi kemudian kembali dibuka Minggu pagi tadi.
Sumber : jpnn.com
Baca juga : Personel Gabungan Gencarkan Operasi selama Ramadan di Surabaya







