Warga Klampis Ngasem, Kota Surabaya, Jawa Timur meminta Bar CB di kawasan setempat ditutup buntut pengeroyokan karyawan ke warga, Jumat (17/3/2023). Foto: Meilita suarasurabaya.net

Surabaya, warta21.com – Ratusan warga Kelurahan Klampis Ngasem, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi meminta penutupan Bar CB.

Permintaan penutupan itu buntut dari ulah lima karyawan bar yang melakukan pengeroyokan terhadap tiga warga setempat hingga dua di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit, pada Minggu (12/3/2023) dini hari lalu.

Mat Huri, satu di antara tokoh masyarakat Klampis Ngasem sekaligus koordinator aksi mengatakan, warga tidak menolak para pebisnis yang mau masuk ke wilayah Klampis. Namun, CB dianggap sudah meresahkan warga.

“Warga kami dikeroyok dengan beringas. Kami menolak jika tempat bisnis di tempat kami hanya bisa meresahkan warga,” ujar Mat Huri dikonfirmasi awak media di lokasi demo, dekat CB, Jumat (17/3/2023).

Mat Huri menegaskan, CB harus tutup mulai malam ini. “Jika dibuka resto silakan, namun jangan jual minol dan bikin kisruh. Kami marah dan telah memasang banner untuk menutup akses parkir. Jika nekat dilepas dan buka kami akan melancarkan aksi lebih besar,” imbuhnya.

Sementara Doni F Manajer Operasional CB membenarkan akan tutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

“Sementara kita akan tutup. Kita masih belum tahu, waktu yang pasti (kapan buka lagi). Kita belum tahu kelanjutannya (tutup selamanya atau tidak),” kata Dinyo, sapaan akrabnya.

Soal lima karyawannya yang sudah ditetapkan tersangka pengeroyokan korban warga setempat, lanjut Dinyo, perusahaan sudah melakukan pemecatan dan mengecam bentuk kekerasan apa pun yang dilakukan karyawan.

“Untuk masalah penganiayaan kita tidak ikut campur masalah itu. Karena pihak perusahaan pun menetapkan ke seluruh karyawan tidak menerima premanisme atau keributan apa pun di saat jam kerja ataupun diluar jam kerja. Jadi statusnya anak-anak sudah di-PHK secara sebelah pihak. Iya (diserahkan ke kepolisian),” bebernya lagi.

Sementara Kompol M Sholeh Kapolsek Sukolilo mengatakan terkait penutupan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah yang menangani.

“Terkait penutupan keinginan masyarakat bukan kewenangan kami. Kita kembalikan ke pemerintah kota mungkin Disbudporapar atau stakeholder terkait ke depannya CB ini ditutup atau tidak,” kata Sholeh.

Terkait kasus pengeroyokan, lima tersangka masih ditahan dan proses masih berjalan.

“Jadi pelaku pengeroyokan yang karyawan CB pada masyarakat Klampis pada saat ini masih proses. Lima tersangka itu masih kami tahan. Diproses hukum. Kami imbau agar manajemen sementara tutup dulu agar tidak menimbulkan keributan sosial lebih luas,” pungkasnya.

Sebelumnya, lima karyawan CB diamankan polisi terdiri dari inisial AR, HAJ, ITW, NWM, dan AHA. Mereka ditangkap karena terbukti memukul tiga korban remaja warga setempat.

Pengeroyokan itu, dilakukan karena para korban terlebih dulu mengacungkan balok kayu ketika rombongan karyawan melintas di jalanan sekitar dengan berteriak-teriak sambil memainkan gas motor.

Sumber : suarasurabaya.net

Baca Juga : Sikap Polri Atas Putusan PN Surabaya di Kasus Kanjuruhan

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakDrawing Liga Champions – Bayern Muenchen Paling Perkasa, Duo Milan Paling Bapuk
Artikulli tjetërPolusi Udara di Indonesia Terburuk di Asia Tenggara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini