Surabaya, Warta21.com – Ban merupakan komponen penting dalam setiap kendaraan. Baik mobil dan sepeda motor. Ketika tiba waktunya, pemilik mobil berusaha mencari pilihan mengganti ban.
Ada pula yang berkembang di sebagian kalangan pengemudi yang memahami bahwa membeli ban bekas lebih irit. Tapi tunggu dulu, apa benar?
Setiap pemilik mobil memiliki banyak pertimbangan setiap mengganti mobil. Mulai dari kualitas, keunggulan, hingga harga.
Baca Juga : All new Honda Beat 2024 Meluncur, Ternyata secanggih ini!
Lantas, amankah membeli ban mobil bekas? Dilansir Dunlop Indonesia, mengganti ban mobil dengan ban bekas memiliki banyak kerugian daripada untungnya. Penggunaan ban bekas bakal berdampak pada performa mobil dan keamanan saat berkendara.
Berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membeli ban bekas untuk mobil.
1. Harga Murah Menggiurkan
Beli ban mobil bekas memang memiliki keuntungan tersendiri. Alasan utamanya harga yang relatif lebih murah dan miring bila dibandingkan dengan membeli ban mobil kondisi baru. Selisihnya bisa mencapai 50 persen lebih murah daripada ban dengan kondisi baru.
Para pemilik mobil memilih ban bekas karena dinilai lebih hemat, khususnya untuk kendaraan yang berukuran besar seperti truk atau bus.
Harga ban mobil baru untuk truk dan bus memang lebih mahal bila dibandingkan dengan harga ban mobil standar yang memiliki ukuran lebih kecil. Maka dari itu, tak heran bila banyak orang membeli ban bekas.
2. Tidak Jelas Riwayatnya
Apabila beban mobil cukup berat, tentu akan berpengaruh pada tingkat keausan ban meskipun telah dipasang “daging” baru berupa karet tambahan. Tak hanya dari beban kendaraan sebelumnya saja, ada juga faktor lain, yakni sejauh mana kendaraan dan ban tersebut telah digunakan.
Apabila ban sudah digunakan untuk perjalanan jauh dalam waktu yang cukup lama, bisa jadi ban mobil bekas cenderung lebih tipis. Tentu ini dapat berpengaruh pada daya cengkeram mobil terhadap aspal.
3. Rentan Benjol
Kekurangan selanjutnya dari ban mobil bekas yang digunakan pada mobil adalah kerentanannya terhadap benjolan. Munculnya benjolan pada ban bekas dapat disebabkan oleh banyak faktor. Contohnya produksi yang tidak sempurna ketika divulkanisir.
Di samping itu, tekanan angin juga berpengaruh pada bentuk ban. Jika hal itu dibiarkan, akan terjadi deformasi dan mengakibatkan benjolan. Akhirnya, benjolan pun tak bisa diperbaiki dan Anda harus menggantinya dengan yang baru.
Bila ban dipaksa berjalan dalam kondisi benjol, kerusakan bisa merembet ke bagian ban lainnya. Dengan kata lain, umur dari ban bekas tidak akan lebih lama dari pada ban mobil baru pada umumnya.
4. Ban Tidak Terstandar
Selain hal di atas, salah satu kekurangan beli ban mobil bekas adalah masalah standarisasi. Pada dasarnya, ban bekas atau vulkanisir adalah ban bekas yang ditambah lapisan karet khusus pada bagian tapaknya.
Dengan begitu, ban akan terlihat lebih baik seperti kondisi baru. Meski dari sisi luar tampak baik-baik saja, tapi yang menjadi masalah pada ban rekondisi seperti ini adalah tidak adanya standarisasi yang jelas, termasuk pengujian pada batas-batas tertentu.
Ban dengan kondisi seperti ini akan membahayakan pengemudi maupun mobil itu sendiri, apalagi bila digunakan untuk kendaraan yang sifatnya komersial, seperti bus dan truk.