Jakarta, 30 Juli 2025 — Indonesia berduka. Pada 28 Juli 2025 pukul 22.00 WIB, salah satu tokoh paling vokal dalam jagat ekonomi nasional, Kwik Kian Gie, tutup usia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dalam usia 90 tahun.
Bagi banyak pihak, Kwik bukan sekadar ekonom. Ia adalah representasi langka dari pejabat publik yang menjaga jarak dari pragmatisme kekuasaan. Di tengah gemuruh reformasi hingga era transisi demokrasi, sosoknya kerap berdiri tegak sebagai benteng nurani kebijakan ekonomi.
Baca Juga: Kudatuli: Luka Sabtu Kelabu yang Menjadi Titik Balik Reformasi
Jejak Pemikiran dan Kiprah Publik
Kwik dikenal luas sebagai Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid dan Ketua Bappenas di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Penolakannya terhadap liberalisasi ekonomi ala IMF pasca-krisis 1998 menjadikannya simbol pemikiran independen yang berani berbenturan dengan arus utama.
Ia menulis beberapa buku, di antaranya _”Mengapa Ekonomi Indonesia Begini-Begini Saja?”_, yang menawarkan kritik tajam terhadap struktur ekonomi nasional yang timpang dan tak berpihak pada rakyat kecil. Sebagai pendiri Institut Bisnis dan Informatika Indonesia—yang kini dikenal sebagai Kwik Kian Gie School of Business—ia juga meninggalkan warisan pendidikan yang berdaya pikir.
Tertarik baca berita lainnya, kunjungi kami di googlenews

Relasi Personal dan Pengaruh
Momen kedekatan dengan tokoh seperti Sandiaga Uno menunjukkan sisi lain dari Kwik: bukan hanya kritikus, tapi juga mentor. Sandi, yang mengenal Kwik melalui putranya Inggi, menyebut Kwik sebagai _“penasihat ekonomi utama”_ saat dirinya mencalonkan diri sebagai wakil presiden di Pilpres 2019.
_”Program OKOC yang kami bangun mendapat banyak masukan dari Pak Kwik. Beliau membantu menata arah kebijakan ekonomi DKI Jakarta,”_ ujar Sandiaga.
https://lynk.id/warta21_/G8l5KwK
Ucapan Duka dan Penghormatan Tokoh Nasional
– Sandiaga Uno : _“Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Indonesia berduka.”_
– Mahfud MD : _“Tokoh cerdas dan lurus. Semoga muncul generasi sebaik beliau.”_
– Fadli Zon : _“Pemikir ekonomi nasionalis yang mencita-citakan terwujudnya Pasal 33 UUD 1945.”_
Persemayaman dan Rencana Kremasi
Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Kremasi dijadwalkan pada Kamis, 31 Juli 2025. Suasana duka menyelimuti keluarga, rekan, dan komunitas akademik yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan intelektual Kwik.
Kepergian Kwik Kian Gie menandai bukan hanya hilangnya satu nyawa, tapi berkurangnya satu suara jujur dalam diskursus kebijakan nasional. Di tengah kontestasi yang sering mengaburkan logika dan moral, warisan gagasan Kwik adalah peta jalan bagi mereka yang masih percaya bahwa ekonomi tidak boleh lepas dari etika.









