Warga setempat mengusulkan hutan kota tersebut diubah menjadi taman kota..
Warta21.com – Hutan Kota UKI Cawang yang berlokasi di Jalan Perindustrian, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, mendapatkan sorotan publik karena dikenal sebagai “sarang” berkumpulnya kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Warga setempat mengusulkan hutan kota tersebut sebaiknya diubah saja menjadi taman kota untuk mencegah kaum LGBT kembali berkumpul di sana.
“Harusnya ini dibikin jadi taman kota saja, bukan hutan kota,” kata salah satu warga, Agus Saini (42 tahun), saat ditemui Republika di kawasan Hutan Kota UKI Cawang, kemarin.
Agus mengungkapkan, jika didesain menjadi taman kota, nantinya ada fasilitas seperti arena olahraga hingga sarana tempat bermain anak (playground) serta yang terpenting adalah dilengkapi dengan penerangan yang memadai selayaknya taman. Hutan kota yang seperti sekarang memiliki kondisi begitu gelap.

“Taman kota kan ada buat pejalan kaki, mereka buat olahraga, terus dikasih lampu-lampu taman, kayak semacam Taman Menteng lah, itu kan bagus. Kalau begini (hutan kota, Red) kan hutan-hutan saja. Ya, memang paru-paru Jakarta, tapi kalau dimanfaatkan dengan tidak baik kan hal seperti ini (perkumpulan LGBT, Red) akan sering terjadi terus,” tutur dia.
Agus, yang bertempat tinggal tak jauh dari Hutan Kota UKI Cawang, mengaku wilayahnya belum memiliki taman. Ia pun berharap hutan kota itu bisa diubah menjadi taman sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif.
“Jadi, menurut saya, peruntukannya berpengaruh sama penggunaannya. Bisa didesainlah sedemikian rupa, tapi tetap penghijauan ada, ada pohon besar yang enggak ditebang. Jadi, di sini jadi titik temu orang banyak,” ujar pria yang berprofesi sebagai tukang ojek tersebut.
Senada, warga lainnya, Fauzi (38), juga mengungkapkan keinginan agar hutan kota bisa diubah menjadi taman kota. Pasalnya, jika hutan kota terus seperti saat ini, yaitu gelap dan dianggap strategis untuk menjadi tempat berkumpul LGBT, kondisi itu akan sulit berubah. “Kalau jadi taman kota, menurut saya, jadi lebih berseri dan lebih bersinar,” kata dia.
Menurut Fauzi, jika diubah menjadi taman kota, kawasan itu bisa menarik perhatian warga untuk melakukan berbagai aktivitas, terutama berolahraga atau sekadar menikmati alam. Hal itu lambat laun dengan sendirinya akan menghilangkan kalangan LGBT yang selama ini kerap menjadikan hutan kota sebagai lokasi yang nyaman untuk berkumpul.
“Malam pun kalau terang (setelah jadi taman kota), enggak mungkin ada perkumpulan kaum itu,” tutur pria yang berprofesi sebagai sopir taksi tersebut.
Hutan Kota UKI Cawang ramai diperbincangkan karena menjadi tempat berkumpulnya kalangan LGBT. Menurut keterangan warga, kalangan tersebut sudah berkeliaran di kawasan itu sejak satu dekade lalu. Sempat digerebek warga sekitar, mereka kembali lagi berkumpul di Hutan Kota UKI Cawang.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyatakan akan menertibkan kawasan tersebut. “Ya, nanti kita tertibkan, kan ada satpol PP, nanti koordinasi,” kata Heru di Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Sunyoto Usman, menilai penertiban hanyalah obat sementara dari masalah LGBT yang lebih besar. “Itu hanya solusi jangka pendek saja,” kata Sunyoto kepada Republika.
Sunyoto mengingatkan, masalah LGBT sudah berlangsung menahun, termasuk di Ibu Kota. Sunyoto mengamati, pemerintah belum mengeluarkan kebijakan komprehensif untuk mengatasi masalah itu. “Masalah LGBT bukan barang baru, perlu ada terobosan kebijakan yang efektif,” ujar Sunyoto.
Masalah LGBT bukan barang baru, perlu ada terobosan kebijakan yang efektif
Sunyoto mendorong pemerintah untuk menyiapkan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang dalam mengatasi LGBT. Sunyoto menyarankan, kebijakan itu mesti mencakup target yang jelas, struktur organisasinya, dukungan finansial, sekaligus infrastrukturnya. “Eksplorasi norma berbasis aturan hukum, agama, adat, dan konsensus sosial juga perlu,” ucap Sunyoto.
Sumber : republika.id
Baca Juga : Waswasnya Paspampres sampai ke Ubun-ubun Saat Jokowi Naik Motor Trail di Lokasi OPM









