Warta21.com – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kereta cepat bisa menjadi proyek berkelanjutan. Dia menuturkan, pemerintah membuka peluang proyek kereta cepat tidak hanya berhenti setelah Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) beroperasi, melainkan bisa diperpanjang sampai ke Surabaya, Jawa Timur.
Hal ini disampaikan Luhut usai menjajal uji coba operasional KCJB dengan kecepatan mencapai 350 km/jam di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Kamis (22/6).
Terkait wacana itu, Luhut memastikan akan melaporkan kesiapan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk melakukan studi pendahuluan atau preliminary study kepada Presiden Joko Widodo. “Kami akan laporkan ke Pak Presiden Jokowi mengenai Preliminary Study untuk (kereta cepat) Bandung untuk sampai ke Surabaya,” ujar Luhut.
Luhut mengakui, jika kereta cepat ini diperpanjang hingga Surabaya maka akan ada banyak penghematan yang dilakukan. Terlebih ada banyak pengalaman yang didapatkan Indonesia selama pengerjaan proyek KCJB ini. “Dengan pengalaman kita sekarang pasti akan ada banyak penghematan yang kita lakukan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa penghematan yang dimaksud salah satunya karena didukung oleh hilirisasi. Sehingga ke depan, ada banyak material yang tidak perlu diimpor untuk digunakan.
Dalam hal ini, Luhut berharap bahwa Indonesia ke depan akan terus melakukan terobosan-terobosan sehingga bisa menyusul Tiongkok menjadi negara maju. Terlebih, kereta cepat ini hanya ada di Tiongkok dan Indonesia.
“Ini saya kira akan membuat terobosan-terobosan yang baru di Republik ini sehingga membuat kita bisa mengikuti Tiongkok karena mereka sudah jauh lebih maju dari kita. Tapi mereka ingin juga share teknologinya kepada kita,” tandasnya.
Sumber : jawapos.com
Baca Juga : Ponpes Al-Zaytun Kembali Didemo, Massa Maksa Masuk Gerbang









