Klaten, 21 Juli 2025 — Dalam balutan suasana hangat dan penuh semangat, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Momen ini bukan hanya tentang peresmian koperasi, tapi juga tentang visi besar memberdayakan rakyat desa sekaligus mengurai benang kusut distribusi pangan Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto tak hanya menyampaikan solusi atas panjangnya rantai distribusi yang merugikan petani, tapi juga menyulut semangat gotong royong nasional. Dengan target 80.000 koperasi di seluruh desa dan kelurahan, Prabowo menyebut ini bukan sekadar program, tapi gerakan ekonomi rakyat.
Tertarik baca berita lainnya, kunjungi kami di googlenews
Saat berbicara di hadapan masyarakat, Prabowo membeberkan keresahannya terhadap rantai distribusi yang berliku—yang membuat harga barang melambung, tapi petani justru tidak menikmati hasil. “Petani tidak dapat apa-apa,” ucapnya lugas. Solusinya? Bukan satu, bukan seratus, melainkan 80.000 koperasi!
Guyonan ala jenderal pun meluncur saat Prabowo menyinggung keberanian membentuk koperasi dalam skala masif. “Kalau menteri tidak sanggup jalankan ini, ya… terpaksa reshuffle,” katanya disambut gelak tawa hadirin.

Baca Juga: Identitas Visual Kemerdekaan: Presiden Prabowo Luncurkan Tema dan Logo Resmi HUT ke-80 RI Hari Ini
Fakta Penting:
- Target koperasi: 80.000 dari total 83.000 desa/kelurahan di Indonesia.
- Program ini berawal dari keresahan atas rantai distribusi yang merugikan petani.
- Menteri Koordinator Bidang Pangan ditunjuk sebagai ketua satgas, dan Prabowo menekankan pentingnya kesiapan dan keberanian dalam eksekusi.
- Hingga hari peluncuran, tercatat 80.081 koperasi telah berbadan hukum—lebih cepat dari target Oktober–November 2025.
Kesiapan Para Pemangku Jabatan dan Ketua Koperasi
- Zulkifli Hasan, Menko Pangan, ditunjuk sebagai Ketua Satgas Nasional dan menyatakan bahwa koperasi akan bergerak di sektor logistik, sembako, LPG, dan pupuk.
- Ketua Koperasi Desa Hambalang, Cecep Miftahudin, menyampaikan komitmennya mengangkat potensi lokal seperti singkong sebagai komoditas unggulan.
- Gubernur Jawa Barat, Bupati Bogor, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor turut hadir dan mendapat “peringatan bercanda” dari Prabowo: “Kalau koperasi gak beres, hati-hati loh!”.
- Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya SDM mumpuni dan pengawasan internal agar koperasi benar-benar menjadi katalis ekonomi rakyat.
Anggaran Jumbo, Tanggung Jawab Serius
- Modal awal tiap koperasi: Rp3 miliar dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dengan tenor 6 tahun.
- Total potensi anggaran: Rp400 triliun secara nasional.
- Dana desa juga digunakan sebagai sumber pembiayaan, tanpa perlu tambahan dari APBN.
- Pemerintah daerah dan BUMN seperti Bank Jateng turut mendukung pendirian koperasi, termasuk pembiayaan akta dan operasional awal.
https://lynk.id/warta21_/Q1b9xxp
Saat Prabowo berdiri di tengah warga Klaten, menyuarakan perubahan dari akar rumput, terasa satu pesan yang tak tertulis, “jika desa bangkit, maka bangsa kokoh. Di balik humor reshuffle dan data koperasi, ada tekad besar membalikkan arus dominasi pasar.” Dan jika benar-benar berhasil, Prabowo bukan cuma membentuk koperasi—ia mungkin sedang menyusun ulang fondasi ekonomi desa.
Di tengah sorotan publik dan anggaran yang fantastis, para ketua koperasi dan pemangku jabatan kini berdiri di garis depan. Bukan hanya untuk menjalankan koperasi, tapi untuk menjaga kepercayaan rakyat. Di era digital dan transparansi, kata Prabowo, “Ketua untung duluan sudah tidak berlaku lagi.” Kini, koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi—ia adalah cermin integritas dan harapan desa.









