Setiap hari 1.600 ton sampah masuk ke TPA Benowo. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A. Hermas Thony mendorong Pemkot Surabaya berdayakan 600 bank sampah agar pengelolaan sampah bisa dioptimalkan.

Warta21.com – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya A. Hermas Thony mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar lebih serius dalam mengelola sampah. Tujuannya, tak ada lagi penumpukan sampah.

PEMKOT Surabaya mengeklaim bahwa jumlah sampah plastik menurun. Namun, di sisi lain, produksi sampah organik meningkat. Dari 1.600 ton sampah yang dibuang ke TPA Benowo setiap hari, 60 persennya adalah sampah organik dan sisa makanan. Jika pengelolaan masih dilakukan secara manual, hasilnya tidak akan maksimal.

Thony melihat bahwa masih ada sampah di TPS yang tidak kunjung diangkut hingga siang. Akibatnya, lingkungan terlihat kotor dan bau. Belum lagi masih ditemukan truk pengangkut sampah yang hanya ditutup terpal, tidak kedap bau, dan jorok melintas di sepanjang jalan hingga menuju TPA Benowo.

Dia mendesak agar pemkot segera mengkaji dengan serius sistem pengelolaan sampah. Penyebab melimpahnya jumlah sampah harus dievaluasi.

”Pemkot harus punya data yang konkret akan pengelolaan sampah dan penumpukannya. Harus up-to- date dan tepercaya, berdasar hasil identifikasi yang faktual tentang sumber, jenis, dan volume sampah dengan detail,’’ tandas Thony.

Alumnus Universitas Gadjah Mada itu mendorong agar data detail sampah bisa diketahui. Mulai sampah itu milik siapa, di mana, hingga petugas dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya melakukan apa. Bahkan, jenis sampah hingga jumlahnya berapa harus detail agar bisa diambil langkah untuk pemanfaatannya.

Variabel biaya untuk menghancurkan limbah dan sampah pun harus dimasukkan. ’’Kalau biaya penghancuran dan hasilnya tak sebanding, harus dievaluasi. Surabaya saat ini telah mengadopsi pengelolaan sampah mutakhir. Namun, jika hasilnya tak signifikan, harus ditinjau ulang,” kata Thony.

Kota Pahlawan memiliki 600 bank sampah di berbagai kampung yang bisa dioptimalkan untuk mengelola sampah. Thony berharap bank-bank sampah itu makin berdaya.

Edukasi kepada masyarakat juga penting untuk dilakukan. Contoh­ nya, sampah jenis apa yang boleh dibakar dan tidak. ”Karena bisa menimbulkan polusi,” ujarnya.

Hal lain yang disoroti Thony ada­lah pengurangan sampah plastik. Selama ini, kantong plastik tidak boleh digunakan di toko ritel modern, tetapi masih beredar di pasar tradisional. ’’Mari kita pikirkan penghancuran sampah plastik hingga jadi debu dan sisanya bisa diterima kembali oleh tanah,” ungkapnya.

Jenis sampah lain yang juga menjadi perhatian dewan adalah gragal atau sisa material bangunan. ’’Pemkot bisa menyediakan lahan khusus untuk mengolah kembali sisa material gedung dan bangunan lama yang diambrukkan,’’ tuturnya.

Menanti Hasil PLTS di TPA Benowo
Bersama pihak ketiga, Pemkot Surabaya telah mengembangkan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) di TPA Benowo. Sampah diubah menjadi tenaga listrik. ’’Masyarakat tentu akan menantikan inovasi yang luar biasa ini,” cetusnya.

Pengembangan PLTS di TPA Benowo disebut terpengaruh jumlah sampah Surabaya yang disebut defisit. Padahal, kenyataannya Thony menemukan sampah menumpuk. Logikanya, kata politikus Partai Gerindra itu, ada proses penghancuran yang belum maksimal.

“Pemkot harus punya data yang konkret akan pengelolaan sampah dan penumpukannya. Harus up-to-date dan tepercaya, berdasar hasil identifikasi yang faktual tentang sumber, jenis, dan volume sampah dengan detail.” A. H. THONY Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya

Sumber : jawapos.com

Baca Juga : 20 Ribu Anak Gunakan KA saat Liburan di Wilayah Daop 8 Surabaya

 

Artikulli paraprak20 Ribu Anak Gunakan KA saat Liburan di Wilayah Daop 8 Surabaya
Artikulli tjetërKhofifah Sidak Pangkalan Elpiji 3 Kg, Akui Ada Kelangkaan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini