Warta21.com – Aplikasi perpesanan WhatsApp dan Telegram saling serang urusan layanan pada bagian enkripsi. Dimulai dari perusahaan induk WhatsApp, Meta, mengklaim platformnya jauh lebih aman daripada iMessage produk Apple beberapa bulan yang lalu. Terkini, giliran nama Telegram yang disebut.
Will Cathcart, Kepala WhatsApp di Meta, mengutip sebuah artikel oleh Wired dan mengkritik implementasi enkripsi end-to-end (E2EE) Telegram. Menurutnya, ada kekurangan lainnya, misalnya, enkripsi tidak diaktifkan secara default dan E2EE tidak tersedia untuk obrolan grup.
Tim Telegram memiliki kritik tersendiri terhadap WhatsApp. Misalnya, opsi untuk mencadangkan obrolan ke Google Drive. Itu disebutkan secara efektif menonaktifkan enkripsi karena cadangan tidak dienkripsi dan lembaga pemerintah dapat mengajukan petisi ke Google untuk data tersebut, bukan WhatsApp.
Tentu saja, kedua belah pihak berkepentingan untuk mengklaim bahwa layanan mereka lebih unggul dari yang lain. Utas Twitter Cathcart menceritakan lanjutan yang lebih detail tentang kritiknya terhadap Telegram.







