Jakarta, 20 Agustus 2025 – Hubungan diplomatik antara Australia dan Israel memanas. Pemerintah Australia melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Tel Aviv yang menutup jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza sekaligus rencana menguasai penuh wilayah tersebut.

Pernyataan ini dinilai sebagai sikap paling keras Canberra sejak konflik Israel–Palestina kembali membara tahun lalu.

Blokade Bantuan Jadi Sorotan

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengecam keputusan Israel menghentikan distribusi bantuan. Ia menilai kebijakan itu sama sekali tidak bisa dibenarkan karena memperparah penderitaan warga sipil.

“Menghalangi makanan, air, dan obat-obatan masuk ke Gaza adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Warga sipil yang menderita tidak boleh dijadikan korban politik,” tegas Albanese.

Laporan lembaga kemanusiaan menyebut lebih dari 80% warga Gaza kini bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup.

baca juga : Prabowo Hapus Tantiem BUMN: Reformasi Tata Kelola & Dampaknya bagi Keuangan Negara

Kritik soal Aneksasi Gaza

Selain blokade, Australia juga menolak wacana Israel menguasai penuh Gaza melalui operasi militer. Menteri Luar Negeri Penny Wong menegaskan, langkah itu berpotensi melanggar hukum internasional dan memperburuk ketidakstabilan kawasan.

“Pengusiran paksa dan kontrol militer atas Gaza jelas bertentangan dengan hukum internasional. Komunitas global tidak bisa tinggal diam,” ujar Wong.

Sikap ini senada dengan pernyataan Eropa—mulai dari Inggris, Jerman hingga Italia—yang menganggap kebijakan Israel sebagai bentuk aneksasi terselubung.

Dukungan Publik di Dalam Negeri

Di Australia sendiri, tekanan terhadap pemerintah semakin kuat. Survei Oxfam Australia menunjukkan mayoritas masyarakat mendukung langkah lebih tegas terhadap Israel. Sebanyak 67% responden ingin Canberra memainkan peran aktif dalam menyalurkan bantuan ke Gaza, bahkan meski berisiko menegangkan hubungan bilateral.

baca juga : Bagnaia Dirumorkan Cabut, Ducati Masih Jadi Rumah Utama

Australia Dorong Solusi Dua Negara

Meski mengkritik keras Israel, Australia tetap menekankan pentingnya jalan damai. Wong menegaskan kembali posisi resmi pemerintah: mendukung solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan keluar jangka panjang.

“Kami percaya hanya dengan berdirinya Palestina yang berdaulat di samping Israel, perdamaian sejati dapat terwujud,” ucapnya.

Tekanan Internasional Kian Menguat

Kritik Australia ini memperkuat tekanan global terhadap Israel. Negara-negara Barat, PBB, hingga organisasi kemanusiaan menyerukan gencatan senjata segera. Jika Israel terus melanjutkan kebijakannya, para pengamat menilai sanksi internasional bisa saja mengemuka.Sikap Australia menandai babak baru dalam diplomasi konflik Israel–Palestina. Dengan menyebut blokade bantuan sebagai tindakan tidak bermoral dan menolak keras rencana aneksasi Gaza, Canberra mempertegas posisinya di panggung internasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini