Foto: Vaksin Rabies untuk Hewan Peliharaan (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Warta21.com – Digigit oleh anjing bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Seperti yang terjadi pada seorang bocah berusia 4 tahun asal NTT yang belum lama ini meninggal dunia usai digigit anjing yang positif rabies.

Mulut anjing mengandung bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius pada kulit terluka.

Dalam kebanyakan kasus, luka gigitan anjing yang terjadi pada anak-anak terjadi di kepala dan leher. Sedangkan pada remaja atau orang dewasa, luka gigitan anjing lebih sering terjadi pada kaki atau lengan maupun tangan.

Mengobati gigitan anjing

Melansir Healthline, jika Anda pernah digigit anjing, segera rawat luka bekas gigitan untuk mengurangi risiko infeksi bakteri. Dalam beberapa kasus, Anda dapat memberikan pertolongan pertama kepada diri Anda sendiri. Namun dalam kasus yang lebih parah, Anda memerlukan perawatan medis segera.

Berikut langkah-langkah yang harus Anda ambil setelah digigit anjing untuk mencegah infeksi:

 

1. Tanyakan tentang riwayat vaksinasi anjing

Hal pertama yang harus Anda lakukan setelah digigit anjing adalah menjaga jarak antara Anda dan anjing untuk mencegah kemungkinan Anda digigit lagi.

Jika pemilik anjing berada di dekat Anda, tanyakan riwayat vaksinasi anjing tersebut. Jika anjing tidak memiliki majikan, tanyakan kepada siapa saja yang menyaksikan insiden itu dan apakah mereka mengenal anjing tersebut dan mengetahui di mana pemiliknya tinggal.

2. Dapatkan pertolongan pertama

Jenis pertolongan pertama yang harus Anda dapatkan tergantung tingkat keparahan gigitannya. Jika kulit Anda tidak robek, cuci area tersebut dengan air hangat dan sabun. Anda juga bisa mengoleskan lotion antibakteri ke area tersebut sebagai tindakan pencegahan.

Jika kulit Anda terluka, cuci area tersebut dengan sabun dan air hangat dan tekan luka dengan lembut untuk mengeluarkan sedikit darah. Ini akan membantu menghilangkan kuman.

Jika gigitan sudah mengeluarkan darah, oleskan kain bersih ke luka dan tekan perlahan untuk menghentikan aliran darahnya. Lanjutkan dengan mengoleskan lotion antibakteri dan tutup dengan perban steril.

Semua luka gigitan anjing, bahkan yang kecil, harus dipantau untuk tanda-tanda infeksi sampai benar-benar sembuh.

Periksa gigitannya sesering mungkin untuk melihat apakah luka itu menjadi:

  • Merah
  • Bengkak
  • Hangat
  • Lembek saat disentuh

Jika luka semakin parah, terasa nyeri, atau mengalami demam, segera temui dokter.

 

Kapan harus ke dokter?

Sekitar 1 dari 5 gigitan anjing membutuhkan perawatan medis. Anda bisa menemui dokter bila gigitan anjing sebagai berikut:

  • Disebabkan oleh anjing dengan riwayat vaksin rabies yang tidak diketahui, atau oleh anjing yang tampak sakit
  • Pendarahan tidak berhenti
  • Rasa sakit yang luar biasa
  • Tergigit tulang, tendon, atau otot
  • Menyebabkan hilangnya fungsi, seperti ketidakmampuan untuk menekuk jari
  • Terlihat merah, bengkak, atau meradang
  • Mengeluarkan nanah atau cairan

Cari juga pertolongan medis jika Anda:

  • Belum mendapat vaksin tetanus
  • Merasa lemas, bingung, atau pingsan
  • Sedang demam

Sumber : cnbcindonesia.com

Baca Juga : Cara Mengurangi Batuk pada Penderita TBC Sesuai Jenisnya

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakCetak rekor game tercepat, timnas MLBB Ladies ke grand final SEA Games 2023
Artikulli tjetërPrakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, Gresik: Sebagian Hujan Ringan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini