Jakarta, 1 Agustus 2025 — Indonesia kehilangan salah satu tokoh penting dalam sejarah birokrasi dan pendidikan keagamaan. Surya Dharma Ali, Menteri Agama periode 2009–2014, wafat pada pukul 04.18 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta, dalam usia 68 tahun.

Rumah duka di Jalan Cipinang Cempedak I, Jatinegara, Jakarta Timur, dipenuhi pelayat dari berbagai kalangan. Di antara mereka hadir Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang datang menyampaikan penghormatan terakhir dan mengenang almarhum sebagai sosok yang membawa kebaikan dalam setiap langkah pengabdiannya.

Tertarik baca berita lainnya, kunjungi kami di googlenews

“Hari ini kita kehilangan salah seorang kader terbaik kita, ahlul khairi, yang telah memberi banyak kontribusi dalam sejarah Kementerian Agama,” ujar Nasaruddin dengan suara bergetar.

Kenangan dan Doa dari Para Tokoh Bangsa

Selain Menteri Nasaruddin, tampak hadir pula Wakil Presiden RI 2014–2019 Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI 2019–2024 Ma’ruf Amin, serta Menteri Agama periode 2014–2019 Lukman Hakim Saifuddin. Kehadiran mereka menjadi simbol penghormatan atas dedikasi almarhum dalam membangun fondasi keagamaan yang inklusif dan berintegritas.

“Saya mantan anak buah beliau. Terlalu panjang perjalanan hidup kami bersama, termasuk di Kementerian,” kenang Nasaruddin, menegaskan kedekatan personal dan profesional yang terjalin selama bertahun-tahun.

Di hadapan keluarga, Menteri Nasaruddin menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Kwik Kian Gie Tutup Usia: Sebuah Kehilangan untuk Akal Sehat Ekonomi Indonesia

Jejak Pengabdian

Surya Dharma Ali dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam dunia pendidikan dan politik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjadi figur penting dalam pengembangan kebijakan keagamaan selama masa pemerintahannya. Meski sempat menghadapi tantangan hukum di penghujung kariernya, banyak pihak tetap mengenangnya sebagai sosok yang berdedikasi dan berkomitmen terhadap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

https://lynk.id/warta21_/Q1b9xxp

Kepergian yang Menggetarkan Hati

Kepergian Surya Dharma Ali bukan hanya kehilangan bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi bangsa yang pernah ia layani. Dalam suasana duka, kita diingatkan bahwa pengabdian sejati tak selalu diukur dari jabatan, melainkan dari jejak kebaikan yang ditinggalkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini