Warta21.com – Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rachmawati menyoroti mangkraknya bus listrik di Kota Pahlawan. Dia meminta Pemkot Surabaya lebih proaktif untuk menanyakan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Menurutnya, bus listrik eks-KTT G20 itu bisa membantu Pemkot Surabaya menambah layanan transportasi agar semakin prima.
Politisi PKS Surabaya ini menyebut dalam kondisi pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Surabaya yang masih belum sesuai target, maka hal itu tidak memungkinkan bagi dinas memenuhi ketercukupan rute dan jumlah armada.
“Yang selama ini harusnya dipenuhi oleh Kementerian Perhubungan melalui bus listrik. Karena itu, Pemkot Surabaya harus lebih intensif lagi melakukan komunikasi dengan Kementerian,” kata Aning, Selasa (4/7/2023).
Tidak hanya menunggu, lanjut Aning, tapi proaktif meminta Kemenhub segera memberikan solusi. Supaya bus listrik segera bisa dimanfaatkan dan tidak mangkrak.
Sebelumnya, layanan Bus Listrik Trans Semanggi di Kota Surabaya, Jawa Timur, berhenti beroperasi sementara sejak 1 Januari 2023. Hal itu disebabkan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) tengah melakukan evaluasi operasional bus serta perpanjangan kontrak dengan pihak operator.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru menyatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong agar layanan bus listrik dapat segera beroperasi kembali di Kota Pahlawan. Sebab, penyedia layanan ini adalah Kemenhub RI yang bekerjasama dengan DAMRI.
“Jadi kontrak antara Kemenhub dengan DAMRI dan tidak ada kaitannya dengan pemkot, dalam hal ini Dishub Surabaya. Kita hanya menyiapkan jalurnya, rutenya dan fasilitas pendukung berupa halte dan bus stop,” kata Tundjung saat konferensi pers di gedung eks Bagian Humas Pemkot Surabaya, Selasa (10/1/2023).
Sumber : beritajatim.com
Baca Juga : Surabaya Hacker Link, Komunitas yang Peduli Dengan Security Awareness









