Macau, 31 Juli 2025 — Di tengah gemerlap kasino dan janji “satu negara, dua sistem”, Macau kembali mengirim sinyal bahwa ruang demokrasi semakin menyempit. Au Kam San, tokoh oposisi paling menonjol di wilayah semi-otonom itu, ditangkap oleh kepolisian atas tuduhan kolusi dengan kekuatan asing untuk membahayakan keamanan nasional.
Tertarik baca berita lainnya, kunjungi kami di googlenews
Penangkapan dilakukan di kediaman Au pada Rabu pagi, dan menurut pernyataan resmi, ia diduga telah menjalin kontak dengan organisasi anti-China di luar negeri sejak 2022. Tuduhan mencakup penyebaran informasi “palsu dan hasutan” untuk konsumsi publik internasional, serta upaya mengganggu pemilu kepala eksekutif Macau tahun 2024.
Siapa Au Kam San?
– Usia 68 tahun, mantan guru dan anggota legislatif Macau selama hampir dua dekade.
– Pendiri berbagai kelompok pro-demokrasi, termasuk Asosiasi Macau Baru.
– Dikenal sebagai suara lantang dalam isu transparansi pemerintahan dan kesenjangan sosial di tengah ledakan industri judi.
Baca Juga: Libur Nasional 18 Agustus: Hadiah Kemerdekaan atau Tantangan Produktivitas?
Tuduhan dan Konteks Politik
– Kolusi dengan kekuatan asing: Menyediakan informasi yang dianggap “hasutan” untuk pameran publik dan media daring luar negeri.
– Upaya menghasut kebencian terhadap Beijing: dan mendorong aksi permusuhan dari negara asing terhadap Macau.
– Disrupsi pemilu 2024: Diduga mencoba mengganggu proses pemilihan kepala eksekutif Macau.
Penangkapan ini menjadi yang pertama di bawah versi terbaru Undang-Undang Keamanan Nasional Macau yang direvisi pada 2023, menyelaraskan regulasi dengan Hong Kong dan daratan Tiongkok.
https://lynk.id/warta21_/Q1b9xxp
Refleksi: Macau dan Bayang-Bayang Hong Kong
Berbeda dengan Hong Kong yang sempat mengalami gelombang protes besar pada 2014 dan 2019, oposisi di Macau selalu berada di pinggiran. Namun penangkapan Au bisa menjadi titik balik: bukan hanya bagi aktivis, tapi juga bagi warga biasa yang selama ini diam dalam ketidakpastian.
Jason Chao, aktivis Macau yang kini bermukim di Inggris, menyebut penangkapan ini sebagai “efek pembekuan mendalam” terhadap kebebasan sipil di kota tersebut.









