“Harga turun, harapan naik. Tapi siapa yang benar-benar diuntungkan—rakyat atau reputasi?”

1 Agustus 2025, PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi. Pertamax kini Rp12.200/liter, Pertamax Turbo Rp13.200/liter. Tapi jangan buru-buru senang—Dexlite dan Pertamina Dex justru naik, seperti ekspektasi publik yang terus digoreng.

Tertarik baca berita lainnya, kunjungi kami di googlenews

Penyesuaian ini diklaim sebagai implementasi Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Tapi publik bertanya: apakah ini bentuk keberpihakan atau sekadar koreografi korporasi yang ingin tampil “responsif”?

  • Rocky Gerung: “Harga BBM turun itu bukan kabar baik, itu kabar manipulatif. Negara sedang bermain ilusi ekonomi.”
  • Fahmy Radhi (UGM): “Penyesuaian harga BBM nonsubsidi memang sesuai mekanisme pasar, tapi harus diawasi agar tidak menjadi alat pencitraan.”
  • Heppy Wulansari (Pertamina): “Setiap awal bulan akan ada penyesuaian harga BBM. Nanti bisa dicek di website.”
  • Netizen X @bensinmu: “Harga turun 300 perak, tapi biaya hidup tetap naik. Ini bukan solusi, ini kosmetik kebijakan.”

Komunikasi Pemerintah: Diskon Harapan

Pemerintah menyampaikan penurunan harga dengan nada optimis. Tapi narasi ini lebih mirip “diskon harapan”—mengalihkan perhatian dari isu struktural seperti ketimpangan akses energi dan ketidakpastian harga pangan.

Baca Juga: Tragedi Karawang Barat: Yukihiro Nabae Tewas Tertimpa Truk, Infrastruktur Gagal Lindungi Nyawa

Pencitraan Korporasi: Responsif atau Represif? 

Pertamina tampil sebagai korporasi yang “peduli” dengan penyesuaian harga. Tapi di balik layar, ini bisa jadi strategi branding untuk menutupi isu internal seperti dugaan korupsi dan ketidakefisienan distribusi.

https://lynk.id/warta21_/Q1b9xxp

Dampak Sosial-Ekonomi: Nafas Lega atau Nafas Tipis? 

Penurunan harga BBM memang memberi ruang bagi daya beli masyarakat. Tapi dengan harga diesel naik dan inflasi tetap mengintai, dampaknya bisa jadi hanya “nafas lega sementara”. Sektor logistik dan transportasi tetap waspada, karena volatilitas harga energi global belum usai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini