Warta21.com – Okupansi hotel di Surabaya meningkat pesat saat momen Natal dan tahun baru (Nataru). Persentasenya mencapai 80 persen. Pencabutan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi salah satu faktor pemicunya.
Sekretaris Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Puguh Sugeng Sutrisno menyatakan, jika dibandingkan tahun lalu, okupansi hotel di Surabaya pada Nataru naik signifikan.
’’Ini terjadi hampir di seluruh kota/kabupaten Jatim,’’ ucapnya, Sabtu (7/1).
Namun, tingkat kunjungan tamu hotel itu belum mampu menyamai okupansi sebelum pandemi Covid-19. Misalnya pada 2019, persentase okupansi hotel tembus hingga 95 persen. ’’Kenaikan okupansi sangat berdampak positif bagi pengelola hotel,’’ tutur Puguh.
Menurut Puguh, kenaikan jumlah pengunjung hotel terjadi sejak Januari tahun lalu. Hanya, tidak tinggi, berkisar 5–6 persen. Okupansi hotel melonjak tinggi mendekati akhir. Persentasenya sampai 80 persen. ’’Kami berharap bisa sama dengan sebelum pandemi,’’ terang Puguh.
Sementara itu, General Manager Leedon Hotel & Suites Surabaya Tatok Hariyanto menyatakan, jumlah pengunjung hotelnya meningkat pesat. Saat malam pergantian tahun, okupansinya tembus 100 persen.
’’Jumlah tamu membeludak. Ada beberapa tamu yang terpaksa kami tolak karena seluruh kamar sudah terisi,’’ ucapnya.
Lebih lanjut, Tatok optimistis okupansi hotel terus naik tahun ini. Beberapa event juga sudah disiapkan. Tujuannya, menarik pengunjung. ’’Dengan pencabutan PPKM, membuat perizinan acara jauh lebih mudah,’’ jelasnya.









