Wakapolda Brigjen Pol Slamet Hadi Supratoyo dan Ditreskrumsus Polda Jatim Kombes Pol Farman bersama kabid humas serta perwakilan Konjen As Dan Police Australia

Surabaya, Warta21.com – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim bongkar pembuatan dan penyebaran scampage atau website palsu yang mengatasnamakan perusahaan paypal untuk mendapatkan data
perbankan dan data pribadi milik orang lain serta berhasil mengamankan 4 tersangka dan 3 orang masuk daftar pencarian orang (DPO) , Rabu (9/11/22)

Wakapolda Brigjen Pol Slamet Hadi Supratoyo dalam keterangannya anggota sekira 5 Agustus 2022 anggota Siber Ditreskrimsus Polda Jatim saat melakukan patroli Siber
menemukan akun Facebook atas nama Thomas https://www.facebook.com/blank.page13, Yang mana dalam beranda akun Facebooknya ada postingan Alfa Edison dengan link URL tentang tool atau software bernama Umbrella, adapun software Umbrella tersebut diketahui merupakan software yang digunakan untuk menyebarkan scampage dengan tujuan mendapatkan data-data kartu kredit serta data pribadi untuk identitas tersangka yakni KEP sebagai ketua pimpinan Umbrella Corp, PRS ,RKY, TMS, BY, HGK, FR semuanya anggota Umberala.

“Petugas lakukan profiling terhadap akun facebook tersebut hingga dapat mengetahui pengguna adalah KEP, selanjutnya petugas berhasil melakukan penangkapan terhadap di Lubuk Linggau dan anggotanya PRS pada tanggal 08 Agustus 2022,” jelas Wakapolda Jatim

Pada saat penangkapan tersangka petugas kembali menemukan scampage yang menyerupai Paypal dan juga data-data kartu debit, kartu kredit dan data pribadi milik orang lain dari berbagai negara. Selanjutnya tanggal 11 Agustus 2022 petugas melakukan pengembangan dan dapat melakukan penangkapan terhadap anggota grup Umbrella Corp yang lainnya yaitu RKY ditangkap di Makassar dan TMS ditangkap di Yogyakarta.

“Data sebanyak 260 ribu kemudian dijual oleh tersangka diseluruh dunia sehingga para tersangka mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut yang dijual sebesar 5 dollar hingga 15 dollar perdatanya,” jelas Slamet

Semantara itu Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Farman yang didampingi Plh Kasubdit V Cyber Crime Kompol Ariyanto Rantesalu mengungkapkan para tersangka dengan membuat web palsu kemudian di uplod ke semua calon korban dengan mengirim link url ke korban yang berisikan form pendaftaran dengan melihat tampilan scampage dengan begitu korban akan semakin percaya selanjutnya memasukan data-data seperti kartu kredit data pribadi pada kolom yang ada di scampage yang otamatis terkirim ke akun milik tersangka.

“Dari hasil penjualan website palsu tersangka mendapatkan keuntungan hingga 5 millar,” pungkasnya

Dari para petugas mengamankan barang bukti 3 laptop berbagai merk, 4 unit handpone, buku tabungan berbagai bank, 3 unit mobil Mitsubhisi Pajero, HRV, Toyota Yaris, uang tunai 750 juta, 3 Airsoft gun, tiga peluru, satu akun indodax atas nama KEP dan rumah yang telah disita.

Pasal yang disangkakan untuk para tersangka sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1), Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2), dan Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) Undang-Undang RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. (rif)

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakPPKM Level 1 di Perpanjang, Berikut Aturan Lengkap PPKM Level 1!
Artikulli tjetërElon Musk Hadiri KTT G20 Menggunakan Pesawat Pribadi Ke Bali!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini