Sumber: health.detik.com

Warta21.com, Jakarta – Saat ini COVID-19 varian Omicron sudah mewabah di hampir seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Meski disebut lebih ringan dibanding varian lain, tetap saja gejalanya dirasakan sangat mengganggu.

Rata-rata orang yang terpapar COVID-19 varian Omicron hanya mengalami gejala ringan hampir mirip flu, seperti demam, sakit kepala, hingga badan lemas. Tetapi ada gejala COVID-19 varian Omicron lain yang kemungkinan timbul.

Dikutip dari The Sun, Selasa (15/2/2022), berikut 6 gejala COVID-19 varian Omicron yang sering terabaikan:

1. Sakit Punggung
Sejak bulan Desember 2021 lalu, sebuah studi tentang gejala COVID-19 di Inggris, ZOE COVID, melaporkan sakit punggung bagian bawah sebagai gejala umum yang dirasakan pasien COVID-19. Nyeri punggung bawah menjadi gejala yang telah dilaporkan 20 persen pasien COVID-19 varian Omicron.

“Kami menambahkan nyeri punggung bawah sebagai pilihan dan itu sering dikeluhkan,” ungkap Tim Spector, epidemiolog genetik yang juga pendiri perusahaan ZOE COVID.

2. Kehilangan Nafsu Makan
ZOE COVID juga mencatat kehilangan nafsu makan sebagai gejala yang kerap muncul pasien COVID-19 varian Omicron. Gejala ini yang pertama kali muncul sebagai pembeda antara varian Delta dan Omicron.

“Laporan kontributor yang terinfeksi COVID-19 varian Omicron juga melaporkan hilangnya nafsu makan dan kabut otak (brain fog) sebagai gejala umum,” tulis keterangan ZOE COVID.

3. Keringat Malam Hari
Seorang dokter asal Inggris, dr Amir Khan, mengatakan banyak pasien mengeluhkan gejala berkeringat malam hari. Saat gejala itu muncul, pakaian tidur dan tempat tidur akan basah kuyup, meski kamar tidur dalam kondisi sejuk.

“Keringat malam yang basah kuyup, di mana Anda mungkin harus bangun dan berganti pakaian,” ungkap dr Khan.

dr Khan merekomendasikan untuk segera melakukan tes PCR jika mengalami keringat malam hari.

4. Diare
Mengalami diare bisa menjadi tanda terpapar virus Corona varian Omicron. Menurut Prof Tim Spector, varian tersebut bisa memilih menetap di usus daripada di hidung.

Artinya, ketika orang terinfeksi dan mengalami gejala seperti sakit perut, saat melakukan tes COVID-19 akan memunculkan hasil yang negatif karena tidak ada jejak Omicron di hidung atau mulut.

5. Kebingungan
Gejala Omicron yang satu ini terbilang tidak biasa namun perlu diwaspadai. Jika pasien COVID-19 mengalami kebingungan, diperlukan perawatan medis karena bisa saja menyerang organ vital di otak atau organ lainnya.

6. Masalah Mata
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencantumkan iritasi mata sebagai gejala COVID-19 varian Omicron yang kurang umum. Gejala COVID-19 iritasi mata dapat mencakup satu, atau kombinasi dari beberapa kondisi berikut:

Konjungtivitis (mata merah muda). Peradangan yang terjadi pada jaringan bening tipis di atas bagian putih mata dan di lapisan kelopak mata
Mata merah
Mata gatal
Sakit mata
Sensitif terhadap cahaya
Penglihatan kabu

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakViral Putus 4 Jari Tangan, PT HRI PHK Karyawan Sepihak
Artikulli tjetërBareskrim Layangkan Panggilan Pada Indra Kenz Soal Binomo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini