Warta21.com – Semenjak September 2022, Pemkot Surabaya jadi pilot project buat bukti diri kependudukan digital ataupun KTP Digital. KTP digital program dari departemen dalam negara itu direspons positif warga Surabaya.

Tercatat 18 ribu lebih orang Surabaya mengaktivasi KTP digital. Tetapi, tidak sedikit terdapat yang hadapi penolakan kala memakai KTP digital.

Syifa, misalnya. Ia mengaku, tidak dapat mengurus kartu ATM baru di salah satu bank. Karena, ia tidak menampilkan KTP elektronik raga.

” Dimohon KTP elektronik yang fisiknya. Aku kasih tunjuk KTP digital di aplikasi katanya wajib difotokopi, jika di aplikasi tidak dapat,” cerah Syifa.

Lalu, apa dapat KTP digital dipakai berobat di puskesmas ataupun rumah sakit kepunyaan Pemkot Surabaya?

Kepala Puskesmas Ngagel Rejo Febria Sukmaini berkata, tidak permasalahan penderita memakai KTP digital. Mereka senantiasa dapat dilayani.

” Sebab yang diperlukan buat pendaftaran pelayanan di puskesmas Surabaya cuma no induk kependudukan( NIK),” ucap Febria Sukmaini.

Ia menarangkan, registrasi penderita dicoba di ehealth. surabaya. go. id. Penderita dimohon memasukkan NIK sehabis memilah sarana kesehatan( faskes) yang mau dituju.

” Jadi, baik itu KTP elektronik ataupun digital senantiasa dapat dilayani,” cerah Febria.

Sama halnya dengan puskesmas, RSUD Soewandhie juga begitu. Direktur Utama RSUD Soewandhie Billy Messakh berkata, penderita dapat memakai KTP digital buat berobat di Rumah sakit Soewandhie.

” Cuman perlu NIK saja buat administrasi registrasi,” ucap Billy Messakh.

 

Silahkan berkomentar
Artikulli paraprakRamalan Cuaca Hari Ini di Surabaya dan Sekitarnya
Artikulli tjetërPVMBG Akan Teliti ‘Pulau’ Muncul di Tanimbar Maluku Usai Gempa M 7,5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini